
JoSS, JOGJA – Jogja Bike yang merupakan fasilitas peminjaman sepeda daring dengan skema bike sharing menawarkan sensasi wisata baru, yakni berkeliling kota Jogja dan berbelanja di sejumlah sentra batik. Baru-baru ini sekelompok anak milenial menjajal wisata bersepeda mengeliling Kota Jogja dengan menyinggahi kampung wisata hingga tempat cagar budaya dan perkampungan abdi dalem Kraton Jogja
JogjaBike adalah merupakan sebuah trobosan baru dari Pemerintah Kota Yogyakarta, bekerja sama dengan salah satu startup lokal, PT Trijaya Komunika. Layanan ini sudah diluncurkan sejak November 2018 dan diklaim menggunakan sumber daya lokal. Mulai dari unit sepeda, perangkat smartlock, serta aplikasinya, semua asli berasal dari Indonesia.
Dengan kehadiran layanan ini, wisatawan bisa menikmati suasana Jogja dengan cara unik. Bersepeda bisa jadi opsi lebih praktis dibandingkan berjalan kaki. Selain itu servis ini diharapkan bisa makin mengukuhkan citra Kota Gudeg sebagai kota ramah sepeda.
Kelompok dengan nama Milenial Care yang difasilitasi Jogja Bike ini memulai aktivitas bersepeda dari Hotel Phoenix langsung menuju Kampung Sosrowijayan. Tempat yang dikenal sebagai kampung internasional ini memang tampak tak seramai saat sebelum pandemi yang banyak lalu lalang turis. Namun Sabtu (20/2/2021) kemarin sudah mulai menggeliat, sejumlah kendaraan milik tamu banyak terparkir di depan penginapan.
Baca juga: Mina Wisata Technopark Samberembe, Alternatif Baru Destinasi Wisata di Sleman
Rombongan lalu bergeser ke sejumlah perkampungan yang dikenal sebagai kampung abdi dalem Kraton Jogja. Antara lain Kampung Dagen yang terletak di Kelurahan Sosromenduran, Gedongetengen merupakan tempat tinggal abdi dalem Undhagi atau ahli bangunan kayu di Kraton.
Setelah puas melihat uniknya perkampungan abdi dalem Kraton ini, rombongan wisatawan pun menggenjot sepedanya menuju ke Kampung Musikanan. Di kampung ini, wisatawan sedikit terheran dengan namanya, bahkan mereka sebagian besar baru mengetahui ada Kampung Musikanan dengan segala kekhasannya.
Kampung ini cukup menarik perhatian karena termasuk tempat tinggal Abdi Dalem Musikanan. Pada masa lampau, abdi dalem Musikanan bertugas memainkan musik-musik Eropa ketika Kraton Jogja menerima kunjungan resmi kenegaraan.
Kampung Tamansari yang berada ring satu Kraton Jogja tak luput dari kunjungan kelompok milenial ini. Mereka bertemu dengan pengelola dan sempat menikmati sejumlah spot di Tamansari setelah capek menggowes. Rombongan wisatawan ini membagikan paket sembako di setiap titik kunjungannya yang diberikan kepada warga terdampak pandemi. Pada saat sebelum pandemi kampung-kampung ini banyak dikunjungi wisatawan sehingga roda perekonomian berputar. Namun hiruk pikuk itu berkurang drastis karena pandemi.
Dari kawasan Kraton, rombongan menuju ke arah timur mengunjungi Sentra UMKM Batik Kampung Celeban, Tahunan, Umbulharjo yang berada di belakang TMP Kusumanegara. Pelaku wisata sepeda ini juga memborong dagangan produk UMKM.
Terakhir, mereka finish di Kopi Rite yang merupakan kafe sekaligus tempat galeri UMKM Batik yang masih berada di wilayah Celeban. Wisata menyajikan sepeda untuk jalan-jalan mengunjungi kampung dan tempat wisata menjadi salah satu inovasi dalam membangkitkan pariwisata di tengah pandemi.
“Setelah kami ajak berkeliling mengunjungi kampung-kampung banyak yang baru pertama kali tahu, seperti Kampung Musikanan dan lainnya, sehingga wisatawan bisa menikmati karena ada yang khas. Selama perjalanan tidak bergerombol denga sesuai prokes,” kata Komisaris Utama Jogja Bike Triyanto, Sabtu (20/2/2021), dilansir dari harianjogja.com. (lna)

Leave a Reply