
JoSS, JAKARTA – Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta akan membuka program studi magister terapan (S2) pada tahun ajaran 2022. Sekolah tinggi milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu berhasil mendapatkan izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Surat keputusan Mendikbud tentang izin pembukaan program studi tersebut diserahkan oleh Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto kepada Kemenhub pada Senin (22/2), yang dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara virtual.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan terima kasih kepada Kemendikbud yang terus mendukung program-program pendidikan yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan yang ada di Kemenhub melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan pembukaan program studi magister terapan pada lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Kemenhub. Terobosan baru ini merupakan wujud komitmen kami dalam menyediakan SDM Transportasi yang unggul, profesional dan memiliki kompetensi di bidangnya,” kata Menhub, belum lama ini.
Selanjutnya, Menhub menginstruksikan kepada STIP agar mempersiapkan diri dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik Program Studi Magister Terapan tahun ajaran 2022/2023, dan mendorong sekolah transportasi lainnya seperti darat, udara dan kereta api untuk juga membuka program magister terapan.
Baca juga: Tiga Prodi FPIK UNDIP Targetkan Raih Akreditasi Internasional
“Kami minta agar BPSDMP juga menjajaki kerjasama dengan universitas baik di dalam maupun luar negeri yang juga menyelenggarakan program magister terapan melalui program double degree agar lulusannya dapat memiliki kualitas yang sama dengan universitas lain,” tutur Budi Karya.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Vokasi (DIKSI) Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatakan, pembangunan infrastruktur dan pengembangan SDM merupakan syarat yang sangat penting untuk menjadikan transportasi Indonesia semakin baik.
“Transportasi seperti urat nadi, namun jika tidak dikembangkan SDMnya, seperti tidak ada darah yang mengalir. Kami berharap sinergi antara perguruan tinggi di bawah Kemenhub dan perguruan tinggi di bawah Kemendikbud semakin kuat kedepannya,” ucap Wikan, dilansir dari sindonews.com.
Kepala BPSDMP Sugihardjo menjelaskan, progam studi magister terapan yang ada di STIP antara lain: Magister Terapan Rekayasa Keselamatan dan Resiko dan Magister terapan Pemasaran, Inovasi, dan Teknologi.
Usulan program studi magister di STIP mulai diajukan kepada Kemendikbud pada Oktober 2020. Kemudian divalidasi oleh BAN PT pada 26 Januari 2021 dan akhirnya diterbitkan SK Mendikbud pada 15 Februari 2021.
Pada tahun 2020 lalu, BPSDMP telah mengusulkan 8 (delapan) program studi baru untuk tingkat D.IV dan Magister (S2) Terapan. Perguruan tinggi yang mengusulkan selain STIP yaitu Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, Politeknik Pelayaran Surabaya, dan Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI)-STTD. (lna)

Leave a Reply