
JoSS, SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik Upacara Wisuda ke-161 yang dilakukan secara virtual, demi mencegah penularan virus Corona di masa pandemi Covid-19. Sebanyak 2.705 mahasiwa akan mengikuti wisuda yang dilakukan selama tiga hari dalam lima tahap.
Sidang Terbuka Senat Akademik UNDIP dalam Upacara Wisuda ke-161 ini di selenggarakan di Gedung Prof. Soedarto, Kampus Undip Tembalang mulai Rabu – Jumat (17-19 Februari 2021) yang disiarkan secara live di Chanel YouTube Undiptv
Adapun pada hari pertama, Rabu (17/2/2021) dilaksanakan dua sesi dimulai pukul 08.00-10.00 WIB untuk tahap pertama dan siang jam 13.00-15.00 WIB tahap ke dua. Sidang dibuka oleh Ketua Senat Akademik prof. Ir. Edy Riyanto, M.Sc., Ph.D., IPU.
Dalam laporannya, Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Budi Setiyono, S.Sos.,M.Pol.Admin.,Ph.D, menyampaikan pada wisuda UNDIP ke-161/2021 ini, terdapat 2.705 orang yang diwisuda, dengan rincian dari Program Doktor (S3) : 73 orang, Program Magister(S2) : 354 orang, Spesialis (PPDS) : 58 orang, Profesi : 320 orang, Program Sarjana (S1) : 1.606 orang, Sarjana Terapan (D4) : 9 orang dan Program Diploma 3 (D3) : 285 orang.
Baca juga: Jadi Profesor Pidana di UNDIP, Ketua MA Tawarkan Konsep Heuristika Hukum Atasi Disparitas Putusan

“Karena tambahan angka tersebut saat ini Undip telah meluluskan 228.085 wisudawan, pada saat ini kita berbangga hati karena dalam periode ini terdapat 1.223 orang wisudawan yang berpredikat cumlaude atau 45,21% ,” katanya.
Rektor Undip Prof Yos Johan Utama mengatakan di masa pandemi Covid-19 perubahan terjadi semakin cepat, permasalahan ekonomi dan kesehatan semakin akut, dampaknya kesulitan lulusan dalam mendapatkan pekerjaan semakin menjadi-jadi.
Kesempatan lulusan dalam mendapatkan pekerjaan semakin sulit, karena yang bekerja saja dirumahkan dan di PHK, bahkan gaji dipotong bahkan perusahaan bangkrut. Lalu bagaimana sikap kita menghadapi perubahan kehidupan yang begitu mendadak dan merubah system kehidupan kita?
Menghadapi semua itu, Rektor berpesan dibutuhkan jiwa yang tanguh, pantang menyerah, inovatif, serta kelincahan kecepatan dari kita untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.
“Banyak sekali tugas kita di masa mendatang dan bahkan unpredictable, menghadapi itu semua hal yang diperlukan adalah integrita. Adanya integritas yang tinggi pada diri kita, akan menjadi pemandu utama agar kita menjadi faktor yang menentukan dan bukan faktor yang ditentukan. Tali kendali harus tetap dipegang oleh manusia manusia yang baik dan bukan sebaliknya. Jangan ragu dan bimbang menghadapi ketidak pastian ini, semuanya pasti ada penyelesaian,” pungkas Rektor mengakhiri pidatonya. (lna)

Leave a Reply