Relasi Jogja Solo Semarang Purwokerto Masih Dilayani Kereta Api Joglokerto

Ilustrasi | Foto: youtube mikael rinto

JoSS, SEMARANG – Relasi antara kota-kota penting di Jawa Bagian Tengah (Jabagteng) meliputi Jogja, Solo, Semarang, Purwokerto dan kota-kota di sekitarnya masih dilayani oleh Kereta Api (KA) Joglokerto, meski tingkat isiannya atau okupansinya sudah berada di bawah 40%. Sampai hari Rabu (15/4/2020) ini, KA Joglokerto yang terhadwal 4 perjalanan per hari, masih rutin menderit di rel mengeliling wilayah Jabagteng.

Kereta Api yang diluncurkan semenjak Sabtu (1/12/2018) ini merupakan moda transportasi yang diandalkan masyarakat, karena ketepatan jadwalnya dan tarifnya yang ramah kantong. Selain itu, Joglokerto merupakan kereta api yang secara riil mengelilingi wilayah Jabagteng dan singgah di semua stasiun pemberhentian yang ada.

Dengan adanya KA Joglokerto, warga yang ada di wilayah pantai utara bisa menuju kota-kota yang ada di pantai selatan, begitu sebaliknya. Dari Pekalongan ke Kebumen, atau dari Tegal ke Gombong, dari Solo ke Tegal atau dari Kutoarjo ke Pemalang dan sebaliknya, semua bisa dilayani. Layanan Joglokerto bukan saja memudahkan mobilitas warga, tapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di semua kota yang dilaluinya.

Kepala Humas PT KAI Daop IV/Semarang, Krisbiantoro, mengatakan sampai saat ini KA Joglosemarkerto tetap beroperasi meski jumlah penumpangnya anjlok sampai di bawah 40% akibat wabah Covid-19. “Masih, masih terus beroperasi empat kereta per hari,” kata pria yang akrab dipanggil Kris, kepada joss.co.id, Rabu (15/4/2020).

Dia menegaskan, sampai saat ini kereta lokal dan komuter yang dikurangi jadwalnya adalah KA Kedung Sepur dan KA Kaligung. Tercatat ada 8 perjalanan yang dikurangi, yakni empat perjalanan dari Semarang, dua yang berasal dari Keberangkatan di Stasiun Ngrombo Kabupaten Grobogan dan dua lainnya masing-masing dari Cirebon dan Brebes.

Baca juga: Penumpang Kereta Jurusan Purwokerto-Jakarta Hanya Dilayani KA Bima

“Dengan mempertimbangkan masih ada alternatif lain KA yang bisa digunakan oleh masyarakat dengan tujuan yang sama ke arah Tegal, Cirebon maupun Ngrombo di Kabupaten Grobogan, maka mulai tanggal 15 sampai 30 April 2020 PT KAI Daop 4 Semarang membatalkan delapan perjalanan KA-KA lokal tersebut,” kata Krisbiantoro.

Sebagaimana diketahui, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengurangi jumlah perjalanan kereta api hingga 19,4 persen. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat sesuai dengan arahan pemerintah dalam rangka menekan penyebaran virus Corona.

Informasi dari VP Public Relations KAI, Yuskal Setiawan, PT KAI akan mengurangi perjalanan sebanyak 103 perjalanan KA mulai 2 April 2020, sehingga jumlah perjalanan KA perharinya turun dari 532 KA per hari menjadi 429 KA per hari. Pengurangan dilakukan secara bertahap sejak 21 Maret 2020 (Tahap 1), 26 Maret 2020 (Tahap 2), dan 1 April 2020 (Tahap 3).

Mengenai rencana pengurangan jadwal KA Joglosemarkerto, Krisbiantoro mengelak memberi penjelasan. “Silakan pastikan ke Daop 6 Yogyakarta secara langsung karena itu kewenangan Daop 6,” kilahnya.

Informasi yang diperoleh, ada usulan pengurangan jadwal KA Joglokerto dari 4 perjalanan per hari menjadi 2 perjalanan saja. Usulan itu, kabarnya, masuk ke direksi PT KAI dan untuk penetapannya harus mendapatkan persetujuan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. Belum diperoleh penjelasan dari Daop 6 Yogyakarta. (awo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*