
JoSS, SOLO – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof. Dr.Jamal Wiwoho menyatakan paket data untuk membantu mahasiswa UNS sudah disalurkan secara bertahap. Hal itu menanggapi aksi mahasiswa UNS di media sosial #AksiAprilMop #Tagih Janji Kuota 10 GB ke Rektor UNS.
Jamal menyebutkan dalam Surat Edaran Rektor menyebutkan terkait pandemi Covid-19 banyak sesi perkuliahan diubah menjadi sistem daring. Pihak Rektorat bakal memberi kuota 10 GB bagi setiap mahasiswa.
“Itu tentu hal yang menggembirakan di saat kuliah on line yang boros pulsa internet. Namun kami kecewa karena kenyataannya, kabar tersebut dijadikan jebakan seperti ‘April mop’, bukan 10 GB yang didapat, tapi pulsa seharga Rp 50.000 yang masuk tanpa melihat bahwa tidak semua provider dapat mendapatkan kuota 10 GB dengan pulsa 50 K,” demikian ditulis dalam siaran pers BEM UNS, yang diterima JoSS.co.id, Senin (13/4).
Jamal mencontohkan seperti update inject pulsa Smartfren ke mahasiswa pengguna nomor Smartfren UNS, bahwa pada tanggal 8 Maret 2020, Jam 21.00 telah berhasil dikirim ke 1.360 pengguna,” ujar Jamal.
Sementara update Inject Pulsa Telkomsel ke mahasiswa pengguna nomor telkomsel UNS, menurut Jamal, pada tanggal 10 April 2020 Pukul 23.59 WIB telah berhasil dikirim ke 10.462 pengguna.Terdapat 238 nomor yang gagal menerima transfer.
“Hal ini dikarenakan nomor yang digunakan oleh mahasiswa adalah nomor Post Paid dan ada beberapa nomor yang sudah expired. Ini akan kami lacak, untuk kemudian akan kami cari solusinya,” ungkap Rektor UNS.
Sementara untuk update inject pulsa Indosat ke mahasiswa pengguna kartu Indosat (Im3 Oredo), kata Jamal, pada tanggal 13 april 2020 pukul 12.09 telah dikirim ke 6.024 pengguna. Ada 32 nomor yang gagal karena nomor sudah expired.
“Untuk Axis, XL dan Three sampai hari Senin (13/4) ini masih dilakukan inject pulsa,” jelasnya.
Jamal mengemukakan, sebetulnya kebijakan paket data 10 GB awalnya akan kita berikan kepada mahasiswa kita. Namun dari jumlah sekitar 26.000 lebih mahasiswa yang mendaftarkan dalam program tersebut pada SIAKAD UNS dengan 6 operator ( Telkomsel, indosat, XL, Smartfren, Three, Axis) yang berbeda beda regulasinya.
Misalnya ada operator yang membuat aturan bila ditambah paket data baru maka paket data yg lama berapapun besarnya yang tersisa akan hilang karena tertimpa kiriman paket data baru. Ada yang menentukan paket data itu dengan rincian yang rigit, misalnya hanya untuk malam saja, siang saja, internet saja, youtube saja dan lain-lain.
“Oleh karena itu kami mengubah dengan alteratif paket data atau pulsa,” ungkapnya. (ton/lna)

Leave a Reply