Dialog Berakhir Ricuh, Pendemo Hong Kong Rencanakan Aksi Besar Jelang HUT Kemerdekaan China

Ilustrasi | Foto: hongkongfp.com

JoSS, HONG KONG – Upaya pemerintah Hong Kong meredam gejolak politik di wilayahnya melalui dialog tidak membuahkan kesepakatan. Bahkan Pemimpin Hong Kong Carrie Lam dicaci maki oleh warganya. Kini pendemo bakal menggelar aksi yang lebih besar lagi pada  akhir pekan ini.

Aksi tersebut bakal digelar diberbagai lokasi. Aksi itu digelar menjelang perayaan Hari Kemerdekaan ke-70 China pada 1 Oktober.

Dilansir Reuters, ribuan orang akan menggelar aksi di Taman Tamar pada Sabtu besok setelah pihak berwenang memberikan izin untuk berkumpul. Taman tersebut berlokasi dekat kantor Majelis Legislatif Hong Kong.

Sedangkan pada Minggu (29/9), mereka akan berunjuk rasa menyambut Hari Anti-Totaliarianisme Global. Demo itu juga digelar serentak di sejumlah kota di dunia yakni Paris, Berlin, Taipei, New York, Kiev dan London.

Baca juga: Situasi Politik Terus Memburuk, Hong Kong Terancam Ditinggalkan Warganya

Para pengunjuk rasa menyatakan berencana melakukan aksi unjuk rasa seharian penuh pada 1 Oktober mendatang. Padahal pemerintah China sudah menyiagakan aparat dan pasukan anti huru-hara di dekat Hong Kong.

Aksi massal tersebut akan dilakukan mulai dari Victoria Park di distrik Causeway Bay sampai Chater Garden, yang berdekatan dengan berbagai kantor pemerintah. Selain massa pro demokrasi, aksi unjuk rasa dari masyarakat pro pemerintah China juga akan dilakukan. Kehadiran aksi ini berpotensi memicu kericuhan.

Sebelumnya, untuk meredam gejolak, Carrie Lam, menggelar dialog terbuka dengan 150 perwakilan penduduk setempat. Namun, dia dicaci habis-habisan dan hanya mengangguk mendengar kritikan sejumlah warganya.

Panitia membatasi warga yang boleh bertanya hanya 30 orang. Dalam kegiatan yang digelar di Stadion Hong Kong, 24 orang mencecar Lam.

Sejumlah warga mengkritik Lam terkait dengan kebijakan membatalkan pemilihan umum, menuduhnya mengabaikan aspirasi penduduk, dan menolak mengusut dugaan kekerasan yang dilakukan polisi. Bahkan sejumlah warganya terang-terangan menyuruhnya mundur karena dinilai tidak layak memimpin. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*