Sejumlah Negara Larang Peredaran Buku Harry Potter di Sekolah, Ini Alasannya

Buku Harry Potter | Foto: google

JoSS, AMERIKA SERIKAT – Kemunculan kisah penyihir berkacamata Harry Potter mengundang kontroversi di berbagai kalangan. Padahal novel-novel Harry Potter karangan J.k Rowling ini termasuk buku paling laris di dalam dunia literatur.

Lebih dari satu dekade setelah buku terakhirnya terbit, Harry Potter masih juga menuai kontroversi. Kali ini sebuah sekolah dasar di Amerika Serikat melarang peredaran novel-novel karangan J.K. Rowling di lingkungan sekolah. Mereka mengklaim bahwa buku-buku tersebut mengandung mantra dan sihir asli.

Menurut artikel lansiran CBS News (2/9), sekolah yang terletak di Nashville, Tennessee itu meminta agar perpustakaan sekolah melarang tujuh seri novel Harry Potter. Langkah ini diambil setelah pihaknya berkonsultasi dengan beberapa pengusir setan di Amerika Serikat dan Italia.

“Buku-buku ini menyajikan sihir baik dan jahat, yang adalah tidak benar, faktanya ini adalah muslihat yang pintar,” kata pastor Dan Reehil dari St. Edward Catholic School, seperti dilansir New York Post.

Reehil mengklaim bahwa mantra dan sihir dalam novel tentang remaja penyihir itu sesungguhnya adalah nyata.

Baca juga: Sederet Larangan Dari Pangeran Harry dan Meghan Markle Bikin Tetangga Kesal

“Ketika dibaca oleh manusia, berisiko membawa roh-roh jahat ke hadapan orang yang membaca teksnya,” kata Reehil dalam surel yang diterima orangtua murid di sekolah itu.

Kejadian ini mendapatkan sorotan dari Rebecca Hammel, pengawas sekolah dari Keuskupan Nashville mengatakan bahwa kebijakan itu adalah hak dari pastor tersebut.

“Setiap pastor memiliki otoritas kanonik untuk membuat keputusan seperti itu di sekolah parokinya,” kata Hammel pada media setempat. Namun, dia mengatakan bahwa gereja Katolik tidak memiliki posisi terkait hal itu. Hammel menambahkan, serial tersebut tetap ada di sekolah-sekolah lainnya.

Hal yang sama terjadi di Polandia, kontroversi serial Harry Potter ini bahkan oleh beberapa kelompok agama menyatakan bahwa novel ini merujuk pada ajaran setan dan okultisme.

Pada April lalu, sekelompok imam Katolik di Polandia membakar buku-buku ini karena dianggap sebagai penistaan agama. Sementara pada 2002, mengutip BBC, pemerintah Uni Emirat Arab juga melarang sekolah-sekolah untuk mengedarkan novel tersebut karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai agama. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*