
JoSS, JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol. Muhammad Tito Karnavian meminta Presiden Joko Widodo agar menaikkan tunjangan anggota TNI dan Polri 100% selama periode kepemimpinan Jokowi 5 tahun ke depan.
Menurut Tito, kenaikan tunjangan 100% tersebut sangat dibutuhkan oleh anggota TNI-Polri, karena berhasil menjaga Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 6 tahun berturut-turut sejak 2013—2018.
Hal itu diungkapkan Tito dalam pidatonya pada HUT Bhayangkara ke-73 di Monas Jakarta Pusat, Rabu (10/7).
Tito Karnavian mengklaim bahwa kepercayaan publik terhadap Polri selama 2016-2019 terus meningkat karena adanya Program Promoter.
Padahal menurut mantan Kapolda Metro Jaya itu, pada awal tahun 2016, tingkat percayaan publik terhadap Korps Bhayangkara menurun. Bahkan, Polri menjadi salah satu institusi dari tiga institusi yang kepercayaan publiknya rendah berdasarkan hasil survei beberapa lembaga yang dipercaya publik.
Dia juga menyampaikan prestasi Polri yang telah meningkatkan nilai akuntabilitas kinerja instansi Polri dari indeks 72,11 pada 2017 menjadi indeks 74,08 pada 2018.
Baca juga: Presiden Gelar Rapat Terbatas Khusus Bahas Jateng, Ada Apa?
Kemudian, peningkatan indeks reformasi birokrasi Polri dari 73,65 pada 2017 menjadi 75,18 pada 2018 serta terwujudnya 69 zona integritas pada lingkungan Polri.
“Dengan demikian, tersimpan harapan kepada Bapak Presiden, kiranya tunjangan kinerja anggota TNI-Polri di masa kepemimpinan 5 tahun ke depan Insya Allah dapat meningkat menjadi 100%,” tuturnya Rabu (10/7) seperti dikutip dari Kabar24.
Tito juga mengaku bersyukur sejak 1 Juli 2018 – 1 Juli 2019 tunjangan kinerja bagi Personil Polri meningkat sebesar 70%. Namun, Tito mengaku akan lebih senang lagi jika peningkatan itu bisa dinaikkan hingga mencapai 100%.
“Kami di Polri dan TNI memiliki visi yang sama untuk terus menjaga stabilitas Kamtibmas dan menuntaskan tahapan Pemilu 2019, hingga momentum pelantikan pada Oktober 2019 nanti agar pemerintah bisa melanjutkan program pembangunan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama Presiden Joko Widodo meminta Polri untuk mewaspadai sejumlah bentuk kejahatan baru sejalan dengan perkembangan teknologi.
Presiden Jokowi mengatakan tantangan ke depan semakin kompleks sehingga Polri diminta untuk terus meningkatkan sumber daya manusia dan tidak lengah.
“Kejahatan konvensional yang terus meresahkan masyarakat harus terus dijadikan perhatian, kejahatan lintas negara seperti kejahatan terorisme, perdagangan narkotika, perdagangan orang dan kejahatan siber jangan sampai terjadi di negara kita,” katanya di Lapangan Monas, Rabu (10/7).
Menurutnya, kejahatan yang menggangu ketertiban sosial seperti konflik sosial kerusuhan massa dan unjuk rasa anarkis harus terus diantisipasi. Dia juga menyinggung kejahatan terhadap kekayaan negara seperti illegal fishing, illegal logging, dan tindak pidana korupsi yang harus dicegah dan diberantas. (lna)

Leave a Reply