OK Puspa Arum Pentas di Balai Soedjatmoko Solo

JoSS, JAKARTA – Keroncong Bale, panggung musik keroncong yang diadakan pada Jumat sebulan sekali di selasar Balai Soedjatmoko Solo (BSS), Jumat (17/5) malam akan menghadirkan Orkes Keroncong (OK) Puspa Arum.

Kelahiran grup musik itu diresmikan di Solo pada 27 Juli 2017. Orkes keroncong yang beralamat di Mojosongo, Solo, tersebut dipimpin oleh Effendi Pujonirwono.

Seperti dikutip Kompas.com, OK Puspa Arum dibentuk berawal dari perbincangan Effendi bersama Supranjono Eko Raharjo, Didit Novianto, Supriyo, dan Sriyanto, sesama warga Solo. Semangat mereka membuat orkes keroncong tersebut ketika itu adalah menjaga dan mengembangkan keberadaan musik keroncong serta menyatukan para warga Solo yang berbeda-beda latar belakang.

Baca juga: Taman Kyai Langgeng Berlakukan Tarif Separo Harga Selama Ramadhan

Grup musik tersebut dilatih oleh Ari Mulyono, putra penyanyi keroncong legendaris Waldjinah. Ari sekaligus merupakan pemain flute dalam grup musik itu. Dalam grup musik tersebut ada pula Supranjono Eko Raharjo (gitar), Sunantyo (cuk), Suprihatin (cak), Waris (cello), Indro Saputro (biola), Supriyo (bas) serta Budi Prasetyo dan Totok Acong (bas cadangan).

Tak kurang dari penyanyi-penyanyi keroncong Waldjinah, Sruti Respati, dan Iin Indriani, mendukung OK Puspa Arum pada acara peresmiannya. Dalam Keroncong Bale Jumat (17/5) malam OK Puspa Arum akan memberi panggung pula untuk sejumlah bakat muda keroncong dari Solo.
Orkes keroncong ini beralamat di Jl.Jaya Wijaya No.101 Mojosongo Surakarta. Orkes keroncong ini bernaung di Sebuah Gereja Kristen Jawa Mojosongo.

Semangat dari dibentuknya Orkes keroncong ini adalah ingin menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada di masyarakat maka tidak heran walau Orkes keroncong ini bernaung dari sebuah gereja tetapi personilnya berbeda-beda agama, ada yang beragama Kristen, Islam dan Katholik dan dengan latar belakang yg berbeda beda dan dengan niat ingin melestarikan budaya khususnya musik keroncong yang sudah turun temurun, dan ternyata perbedaan itu menghasilkan melodi yang indah. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*