Terjadi Empat Kali Guguran Lava Pijar dari Gunung Merapi

JoSS, JOGJA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta telah meluncurkan empat kali guguran lava pijar pada Minggu, (21/4).

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida melalui keterangan resminya menyebutkan, berdasarkan pengamatan melalui CCTV mulai pukul 00:00-06:00 WIB, empat kali guguran lava pijar itu mengarah ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 250 hingga 1.000 meter.

Selain guguran lava, pada periode tersebut tercatat 15 kali gempa guguran dengan amplitudo empat hingga 65 mm selama 13 hingga 100 detik, dan dua kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-12 mm selama delapan hingga 15 detik

Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 70 meter di atas puncak kawah.

Baca juga: Makin Aktif Hari Ini Guguran Lava Gunung Merapi 4 Kali

Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah tenggara. Suhu udaranya 17 hingga 20,2 derajat celsius dan kelembapan udaranya 66-87 persen dan tekanan udara 567 hingga 706 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur guguran lava pijar Gunung Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.

Sebelumnya, Gunung Merapi sempat memuntahkan awan panas, Senin (25/3). Guguran awan panas yang terjadi beberapa kali tersebut mencapai pada jarak kurang dari 3 km dari puncak Merapi. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*