
JoSS, JAKARTA – Ulah pendukung fanatik pasangan Capres peserta Pemilu 2019 membuat Indro Warkop geram. Ia merasa fanatisme tersebut muncul karena ada yang sengaja membenturkan mereka untuk tujuan politik.
“Itu semua karena politik. Saya yakin memang sengaja memasang strategi agar pendukungnya bertikai. Itu yang kurang ajar,” ungkap Indro Warkop di Studio Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini, seperti dirilis Tabloidbintang.com.
“Mereka semua enggak tahu kalau mereka di setir. Ya itulah gobloknya kita,” kata Indro Warkop.
Indro Warkop pun berharap masyarakat bisa mengubah sikap fanatiknya tersebut.
“Yang harus diubah itu bukan politiknya aja, tapi kita juga. Jangan mau diadu-adu kayak gitu, enggak usah nerus-nerusin yang enggak-enggak,” pungkas Indro Warkop.
Dia menganggap kurang ajar karena para pendukung dari masing-masing paslon tidak tahu strategi dari calon pemimpinnya sehingga sengaja membuat perpecahan di antara masyarakat Indonesia.
Baca juga: Indro Siap Hidupkan Lagi Musik Warkop DKI
“Lebih belagu dari pada yang tahu, karena mereka semua enggak tau kalau mereka lagi disetir. Ya itulah gobloknya kita,” ucapnya.
Oleh karena itu, Indro mengatakan, masyarakat harus mengubah sikap fanatiknya yang terlalu mengidolakan calon pemimpinnya.
Indro menilai, pendukung yang fanatik berujung pada perpecahan di antara sesama anak bangsa Indonesia sehingga tidak patut ditiru.
“Inikan seolah-olah terbukti bahwa kita goblok. Penginnya kita senang-senang aja kan. Karena ini pesta demokrasi. Pengennya seneng-senanglah,” katanya.
“Tapi maklum kita suka becanda, ‘Lu bener luh milih ini? Lu udah pikir?’ Cuma begitu doang, habis itu kita senang-senang ketawa-ketawa aja,” ujar Indro Warkop.
Sementara itu, Indro Warkop meluncurkan karya lagu terbarunya berjudul Mantap Memilih. Karya lagu tersebut hasil kolaborasinya dengan grup musik Orkes Moral Pengantar Minuman Racun (OM PMR).
Grup musik itu telah bekerjasama dengan Warkop DKI sejak grup ini personelnya masih utuh, ada Kasino, Dono, dan Indro. (Wiek/lna)

Leave a Reply