
JoSS, BATANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) IV akan mengoperasikan kembali Stasiun Batang, Jawa Tengah pada Jumat, (15/3) setelah lebih dari tiga tahun stasiun ini vakum karena sepi penumpang.
Kepala Stasiun Batang Agus Santosa di Batang, Senin, mengatakan bahwa saat ini Daop IV Semarang masih menyiapkan segala sarana dan prasarana penunjang layanan penumpang antara lain mushala, toilet, ruang tunggu, dan lahan parkir, peralatan tiket, boarding pass, dan pemasangan alat jalur khusus difabel.
“Untuk sarana tempat ibadah, toilet, ruang tunggu, lahan parkir sudah ada tinggal menyisakan peralatan ticketing, boarding pass, dan jalur jalur fasilitas khusus untuk difabel masih kami siapkan,” katanya.
Menurut dia, Daop IV memastikan semua sarana dan prasarana akan selesai secepatnya dan siap digunakan saat peluncuran (launching) perdana reaktivasi Stasiun Batang.
“Yang pasti pada saat reaktivasi sudah siap semua, Kami menargetkan dalam dua hari ke depan selesai karena saat ini tinggal memasang saja,” katanya.
Ia mengatakan untuk sementara ini pelayanan penumpang dengan menggunakan dua rangkaian kereta api (KA) yang berhenti di Stasiun Batang yaitu KA Menoreh dan KA Kaligung.
“Saat ini jadwal kereta api untuk perdana pada 15 Maret 2019 sudah tersedia di situs resmi PT KAI. Untuk mengantisipasi penuhnya pemesanan, kami sarankan masyarakat membeli tiket secara during (online),” katanya.
Ia menambahkan Stasiun Batang akan menyiadakan loket pembelian tiket namun masyarakat disarankan beli tiket melalui cara during (online) karena memang khusus KA Kaligung beroperasi pagi hari, biasanya cepat habis.
Baca juga: Tingkatkan Koneksifitas, PT KAI Reaktivasi Stasiun Batang
Sebelumnya, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Suprapto mengatakan reaktifasi Stasiun Batang ini atas permintaan masyarakat Batang melalui Pemkab Batang. “Rencananya KA Menoreh dari Stasiun Tawang Kota Semarang ke Stasiun Pasar D dan sebaliknya akan berhenti di Stasiun Batang,” jelasnya.
Ditambahkan Suprapto, untuk KA Kaligung dari Semarang menuju Tegal dan Brebes, belum dipastikan karena masih dalam proses pembahasan. “Setelah aktif nanti, kami akan melihat animo masyarakat, karena pengaktifan stasiun tergantung animo masyarakat.”
“Fasilitas di Stasiun Batang juga sudah ada semua, dari loket dan prasarana lainnya tinggal diaktifkan kembali,” ujarnya.
Tiga tahun terkhir, dikatakan Suprapto, Stasiun Batang memang tidak aktif karena animo masyarakat sangat rendah. Yang semula ada KA berhenti kemudian KA diteruskan ke Kota Pekalongan.
“Untuk awal memang KA Menoreh yang akan berhenti di Stasiun Batang, namun jika animo masyarakat, bagus bisa menjadi pertimbangan KA lainya untuk berhenti di Stasiun Batang,” tuturnya. (lna)

Leave a Reply