
JoSS, SEMARANG – Pemkot Semarang akan menghubungkan seluruh kamera pemantau keamanan (CCTV) yang ada di perumahan dan perkantoran dengan server milik Diskominfo. Dengan demikian, seluruh kondisi kota dapat terpantau sekaligus meminimalisasi kejadian pembakaran mobil atau aksi kriminal lainnya.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, untuk jalan, kampung, gedung yang sudah ada CCTV, ia berharap nantinya dapat terintegrasi dengan situation room milik Pemkot Semarang. Dengan demikian, pengawasan tetap bisa dilaksanakan.
“Kita sudah pasang beberapa CCTV, namun yang langsung menohok ke pengamanan kampung ini dilakukan swadaya oleh beberapa perumahan,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Selasa (5/2).
Dijelaskan, warga juga diharapkannya menghidupkan kembali ronda dan siskampling. Selain itu, pemasangan portal di pintu-pintu masuk kampong atau perumahan juga diyakini dapat mengurangi aksi anarkis yang meresahkan ini.
Karenannya, sistem tersebut diminta untuk diaktifkan kembali. Apabila masih ada pemukiman yang belum memiliki sistem itu, bisa diswadayakan bersama warga untuk pemasangannya.
“Teror pembakaran mobil yang marak di Kota Semarang agar tidak ditanggapi dengan rasa kecemasan. Hal itu akan semakin membuat para pelaku semakin menjadi-jadi melakukan aksinya,” tukasnya.
Baca juga: Teror Pembakaran Kendaraan Terus Masih Berlanjut
Ditambahkan, pelaku teror sengaja ingin merusak kondusifitas Kota Semarang. Tentunya, menghadapi hal itu sebagai warga Kota Semarang harus semakin kompak dan tidak mudah cemas.
“Justru kita ini lagi ditantang untuk kita bisa meningkatkan kekompakan kita. Saya prihatin terhadap kejadian beberapa hari ini. Kami mendapati upaya menggoyang Semarang yang kondusif, warganya dibuat resah dengan cara teror pembakaran mobil atau motor di rumah-rumah warga,” tuturnya.
Hendi berharap, kegiatan sosial yang bersifat kebersamaan seperti halnya pengaktifan kembali pos kamling di semua lingkungan. Hendi juga sudah memberikan surat edaran kepada seluruh camat, lurah untuk merapatkan RT dan RW.
Supaya kembali mengaktifkan pos kamling disemua wilayah. Melalui poskamling tersebut akan dapat meminimalisir ruang gerak dari pelaku teror. Selain itu juga akan mudah untuk pengawasan dilingkungan.
Dikatakan Hendi, dari informasi hasil rekaman CCTV, terlihat jelas jika ciri-ciri pelaku saat melakukan aksinya menggunakan sepeda motor, helm, dan memakai jaket. Jaket tersebut digunakan untuk menyimpan botol berisi bensin atau minyak tanah yang nantinya digunakan untuk membakar kendaraan calon korban.
Dari pengamatan hasil rekaman CCTV pula, pelaku teror sudah memahami betul peta wilayah yang akan digunakan untuk beraksi. “Kalau masyarakat melihat orang mencurigakan dengan spesifikasi seperti itu, langsung diperiksa. Jika terbukti, segera laporkan ke kepolisian untuk selanjutnya di proses,” katanya. (gus/lna)

Leave a Reply