
REMBANG, JOSS.CO.ID – Kepolisian Resor (Polres) Rembang, Jawa Tengah, berhasil mengungkap akar permasalahan di balik aksi keributan antarkelompok pemuda yang pecah di lingkungan Puskesmas Kragan I, Kecamatan Kragan, pada Rabu (28/10) malam.
Kasatreskrim Polres Rembang, AKP Radytya Triatmaji Pramana, membeberkan bahwa insiden tersebut melibatkan total lima orang.
“Informasi yang kami dapat ada lima orang. Mereka sebelumnya menghadiri konser dangdut yang berujung ricuh,” kata Radit di Rembang, Jumat.
Kronologi Kejadian: Dari Konser Dangdut hingga Puskesmas
- Awal Mula: Masalah bermula dari perselisihan antarpemuda akibat aksi saling senggol saat menonton pertunjukan orkes dangdut di Desa Kebloran.
“Perselisihan tersebut diduga bermula dari aksi saling senggol saat menghadiri pertunjukan orkes dangdut di Desa Kebloran,” jelas Radit.
- Titik Temu yang Salah: Ketegangan kian memuncak karena kedua kubu yang bertikai tanpa sengaja mendatangi fasilitas kesehatan yang sama untuk berobat.
“Keributan itu berlanjut di Puskesmas Kragan I karena ternyata kedua kubu sama-sama datang ke puskesmas yang sama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kragan I, Arif Susanto, menyampaikan bahwa insiden mencekam tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Mulanya, empat pemuda mendatangi unit gawat darurat (UGD) secara bergiliran guna memperoleh tindakan medis.
“Awalnya ada empat korban yang diantar satu per satu masuk ke UGD, kemudian dilakukan penjahitan,” tutur Arif.
Puncak Ketegangan dan Penanganan Aparat
Situasi berubah ricuh tatkala rekan-rekan korban berjaga di luar area puskesmas. Selang sepuluh menit kemudian, kelompok pemuda penentang datang ke lokasi dengan membawa sejumlah senjata tajam serta kayu, lalu melakukan penyerangan mendadak.
“Setelah diserang, mereka menyebar. Ada yang masuk ke ruang perawatan untuk menyelamatkan diri,” ungkap Arif.
Menghadapi situasi darurat tersebut, pihak puskesmas segera menghubungi pihak berwajib. Berkat kesigapan aparat, kerumunan massa langsung membubarkan diri setelah petugas tiba di tempat kejadian.
Arif memastikan bahwa insiden penyerangan ini tidak menimbulkan korban jiwa di kalangan tenaga medis maupun pasien umum. Selain itu, fasilitas fisik puskesmas pun dipastikan aman tanpa ada kerusakan berarti.
“Empat pemuda yang mendapatkan perawatan mengalami luka di bagian kepala dan kaki. Setelah menjalani penanganan medis berupa penjahitan, mereka diperbolehkan pulang,” pungkasnya.

Leave a Reply