
Video viral yang memperlihatkan seorang pria menyemprotkan cairan pembasmi serangga ke ikan asin memicu kekhawatiran publik. Rekaman tersebut membuat masalah keamanan pangan kembali menjadi sorotan masyarakat.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) langsung merespons kasus ini. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa timnya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait. Langkah ini bertujuan untuk mencegah peredaran ikan asin yang terpapar pestisida.
Taruna menilai kejadian ini menunjukkan masalah serius. Masih banyak pelaku usaha dan nelayan yang belum memahami bahaya penggunaan pestisida. Mereka kerap memakai cairan kimia tersebut hanya untuk mengusir lalat.
Padahal, cairan pembasmi serangga mengandung bahan kimia berbahaya. Zat racun ini tetap menempel dan mengancam kesehatan konsumen. Meskipun lalat menghindar, risiko racun pada ikan tidak akan hilang.
“Kita tahu kandungannya itu kan banyak kimia-kimia yang berbahaya dan itu tidak hilang. Pada saat disemprot memang lalatnya terbang, tetapi setelah itu nanti ikan dimakan oleh rakyat kita, konsumen ini berbahaya,” katanya.
BPOM menyiapkan beberapa langkah strategis untuk mencegah kasus serupa:
- Balai POM daerah wajib meningkatkan edukasi keamanan pangan kepada masyarakat.
- Petugas melarang keras pedagang mengedarkan ikan asin yang terkontaminasi pestisida.
- BPOM akan menyita produk UMKM yang terbukti membahayakan konsumen.
“Kami berharap supaya itu jangan diedarkan karena itu berbahaya. Kami punya hak untuk menyita barang-barang UMKM ini, pelakunya,” ujar Taruna Ikrar.
BPOM juga terus memperkuat program edukasi seperti Training of Trainers (ToT). Program ini bertujuan untuk membangun pemahaman tentang pengolahan pangan yang aman. Langkah ini penting untuk mendukung terciptanya Generasi Emas 2045.
Taruna menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan prinsip utama BPOM. Semua makanan yang beredar wajib memenuhi standar kesehatan tanpa kompromi.
“Karena satu prinsipnya Badan POM, bukan pangan kalau tidak aman. Jadi pangan, makanan harus aman,” pungkasnya.

Leave a Reply