Inflasi Solo September 2026 Tembus 3,44%: Daging Ayam dan Beras Jadi Pemicu Utama

ILUSTRASI, BPS mencatat inflasi Solo September 2026 mencapai 3,44% (yoy). Kenaikan harga daging ayam ras, beras, serta dampak cuaca El Nino menjadi pemicu utama.
Ilustrasi

SOLO, JOSS.CO.ID – Laju inflasi di Kota Solo mengalami kenaikan pada September 2026 akibat lonjakan harga sejumlah komoditas pangan utama dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo mencatat tingkat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 3,44%, meningkat dibandingkan angka Agustus sebesar 3,4%. Secara bulanan (month-to-month/mtm), Solo mengalami inflasi 0,31% yang dipicu gejolak pasar dan fenomena cuaca, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) berada di angka 2,24%.

Kepala BPS Kota Solo, Ratna Setyowati, memaparkan kondisi cuaca dan sejumlah kebijakan memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap perubahan harga di pasaran. Ia mengatakan fenomena El Nino yang diprediksi sangat kuat oleh BMKG berpotensi menunda musim hujan hingga awal 2027, sehingga mengancam produktivitas padi dan palawija yang sangat bergantung pada pasokan air. Ratna juga menyoroti turunnya produktivitas cabai, terutama di sentra produksi seperti Magelang dan Malang.

Sebaliknya, ia menjelaskan produksi bawang merah di musim kemarau ini justru mengalami peningkatan pasokan.

“Daging ayam ras memberikan andil terbesar dalam kenaikan harga di bulan September ini. Hal ini sejalan dengan tingginya permintaan karena program tertentu serta naiknya harga pakan ternak di pasaran. Selain daging ayam ras, komoditas cabai rawit, beras, telepon seluler, serta jeruk turut menjadi penyumbang utama inflasi bulan ini,” urai Ratna dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Solo, Kamis (1/10/2026).

Angka inflasi tahunan ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah lantaran angkanya mulai mendekati ambang batas target inflasi nasional.

Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang deflasi atau penahan laju inflasi bulanan pada September 2026. Penurunan tarif angkutan udara setelah liburan sekolah berkontribusi menekan inflasi dengan andil 0,02%. Selain itu, komoditas perhiasan emas, kacang merah, dan bawang putih juga mengalami penurunan harga harian. Namun, meski turun tipis secara bulanan, komoditas emas perhiasan tetap menjadi komoditi inflasi secara tahunan.

“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, di mana komoditas emas masuk di dalamnya, memberikan inflasi tahunan terbesar yakni 8,94% dengan andil 0,48%. Hampir bertahun-tahun ini emas selalu muncul sebagai penyumbang inflasi tahunan tertinggi,” jelas Ratna.

Ratna juga menyoroti adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat Solo, di mana inflasi kelompok transportasi kini lebih tinggi dibandingkan kelompok makanan.

“Ini mengindikasikan alokasi pengeluaran warga Solo mulai bergeser ke kebutuhan sekunder, tersier, dan leisure,” katanya.

Baca Juga: PKL Mulai Padati Jl Kapten Mulyadi Solo Jelang Haul Solo 2026, Satpol PP Turun Tangan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*