Wapres Gibran Minta Inovasi Mahasiswa ITB Tidak Berhenti di Riset, Dorong Masuk Industri

Wapres Gibran Rakabuming mendorong hasil riset dan inovasi mahasiswa ITB seperti Eaglesense agar dikembangkan hingga ke dunia industri.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan ke redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

JAKARTA, JOSS.CO.ID – Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendorong agar berbagai inovasi yang dikembangkan oleh mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak berhenti pada tahap penelitian saja. Wapres menegaskan bahwa teknologi hasil karya mahasiswa tersebut perlu terus disempurnakan agar memberikan dampak serta pemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Pesan ini disampaikan Gibran saat menerima audiensi lima tim mahasiswa beserta dosen ITB di Istana Wapres, Rabu (9/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wapres mengapresiasi tinggi karya inovasi mahasiswa yang dinilai berpotensi menjawab berbagai tantangan nyata di lapangan.

Dosen Teknik Fisika Fakultas Teknologi Industri ITB, Augie Widyotriatmo, menyampaikan bahwa Wapres menyambut positif setiap pemaparan karya dari para mahasiswa.

“Mahasiswa-mahasiswa di sini memberikan paparan terkait dengan inovasi yang telah dikembangkan di Institut Teknologi Bandung, dan Pak Wapres sangat mengapresiasi inovasi yang sudah dikembangkan,” ujar Augie.

Augie menambahkan, Wapres meminta pengembangan teknologi tersebut terus dilanjutkan agar siap diserap oleh sektor industri.

“Arahan dari Pak Wapres untuk terus dikembangkan dan Pak Wapres tetap akan mendukung dengan memberikan akses kepada industri berkaitan,” katanya.

Eaglesense Soroti Pemantauan Lingkungan dan Karhutla

Salah satu karya yang mencuri perhatian Wapres adalah Eaglesense. Inovasi ini dirancang sebagai instrumen pemantauan lingkungan, khususnya dalam mendeteksi perubahan kualitas udara akibat paparan asap yang menjadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Perwakilan Tim Eaglesense, Jhon Chritabel Fausta Silalahi, memaparkan bahwa sistem ini menggabungkan penggunaan drone dan kitbox sensor. Perangkat tersebut mengukur parameter kualitas udara di area yang sulit dijangkau, lalu mengirimkan datanya secara langsung (real-time) ke sistem basis data untuk ditampilkan pada dasbor pemantauan. Pengembangan Eaglesense diharapkan mampu memperkuat deteksi dini karhutla secara efisien.

4 Inovasi Unggulan Mahasiswa ITB Lainnya

Selain Eaglesense, empat tim mahasiswa ITB lainnya turut memamerkan teknologi buatan mereka:

  • Intv-ML: Teknologi berbasis machine learning untuk menentukan lokasi sumur minyak yang paling optimal dilakukan well intervention.
  • Concorde Systems: Sistem manajemen terkomputerisasi untuk pemeliharaan aset dan alat-alat berat.
  • SIGAP: Kendaraan darat tanpa awak (unmanned ground vehicle) modular. Platform ini bisa dipasang modul pemotong rumput, penyemprot pupuk, hingga sensor NPK untuk perawatan ruang terbuka hijau.
  • Noah AI: Teknologi kecerdasan buatan yang dirancang untuk memprediksi serta memitigasi risiko bencana banjir.

Beragam karya ini membuktikan bahwa riset mahasiswa ITB mampu menjawab kebutuhan lintas sektor—mulai dari lingkungan, energi, manajemen alat berat, hingga kebencanaan. Dukungan akses ke dunia industri diharapkan mampu mematangkan seluruh teknologi ini hingga siap digunakan secara luas.

Baca Juga: Prabowo Lepas Kontingen Indonesia ke Asian Games 2026: Kirim 430 Atlet

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*