
BANTUL, JOSS.CO.ID – Dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Jetis, Bantul, meluas ke sejumlah sekolah. Berdasarkan laporan DPRD Bantul, sedikitnya 70 murid dari empat sekolah mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari SPPG Patalan 2.
Data Komisi D DPRD Bantul mencatat korban tersebar di SDN 1 Sumberagung—dengan jumlah terbanyak—serta SD Patalan, SD Sawahan, dan SD Kembangsongo.
Ketua Komisi D DPRD Bantul, Pramu Diananto Indratriatmo, menegaskan kejadian ini bukan yang pertama kalinya melibatkan penyedia yang sama. Kasus serupa pernah menimpa murid SMP di Jetis pada April lalu.
“Setelah datanya kami kumpulkan ternyata korban dugaan keracunan dari SPPG Patalan 2 tersebar di beberapa sekolah dengan total 70 orang,” katanya saat berkunjung ke SDN 1 Sumberagung, Rabu (9/9/2026).
Pramu meminta evaluasi total dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan pengetatan standar bagi seluruh penyedia layanan.
“Kami mohon untuk SPPG yang ada di Bantul melakukan usaha ini dengan hati. Layanilah anak-anak kami di Bantul dengan baik, tidak hanya mencari untung. Baik menu, cara mengolah harus sesuai standar, termasuk izin tolong dilengkapi,” ungkapnya.
“Harus ada proses identifikasi dan evaluasi secara menyeluruh bagi semua SPPG di Bantul, kami minta ini jadi kejadian yang terakhir,” paparnya.
Kondisi Siswa dan Sikap Sekolah
Di SDN 1 Sumberagung, terdapat 50 murid dan tiga guru yang terdampak. Kepala Sekolah SDN 1 Sumberagung, Parjiyatmi, menyebut sebagian siswa sudah kembali masuk sekolah meski belum pulih sepenuhnya.
“Murid yang Senin kemarin tidak sekolah sekarang ada yang sudah masuk tapi belum begitu fit, sehingga kami pulangkan jam 12.15 WIB, belum belajar penuh,” katanya.
Saat ini masih ada 11 murid yang belum bisa bersekolah, dengan satu di antaranya masih menjalani perawatan medis. Sementara itu, satu guru yang sempat dirawat sudah kembali mengajar.
“Murid yang sempat dirawat itu ada dua orang satu sudah pulang ke rumah tapi masih belum bisa sekolah,” katanya.
Atas kesepakatan bersama orang tua dan komite, SDN 1 Sumberagung memutuskan menghentikan sementara penerimaan program MBG, khususnya dari SPPG Patalan 2.
“Memang sempat ada tawaran untuk beralih ke SPPG lain yang diklaim lebih aman, tapi semua akan diputuskan wali murid dan komite demi keamanan anak-anak di sekolah,” ujarnya.
Operasional SPPG Patalan 2 Diberhentikan
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Sleman, Harsono Budi Waluyo, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Dinas Kesehatan telah memantau korban serta mengambil sampel makanan untuk diuji.
Evaluasi menyeluruh dilakukan mencakup seluruh tahapan, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, pemorsian, penyimpanan, hingga distribusi serta penerapan higiene sanitasi dan keamanan pangan.
“Evaluasi juga diarahkan pada penerapan higiene sanitasi, pengendalian mutu, keamanan pangan, serta kepatuhan terhadap standar pada setiap tahapan produksi dan distribusi. Saat ini SPPG tersebut sudah diberhentikan operasionalnya,” pungkas dia.

Leave a Reply