Bimbel Exist Gayam Jogja Viral, Orang Tua Antre Les Inden Hingga 2027

Pendaftaran Bimbel Exist Gayam Jogja viral usai ratusan orang tua antre inden hingga 2027 demi SMA favorit.
Tangkapan layar tiktok

JOGJA, JOSS.CO.ID – Ratusan orang tua memadati gang sempit di Jalan Gayam Nomor 17, Baciro, Kota Yogyakarta. Mereka rela terjaga sejak dini hari, bahkan ada yang nekat menginap di lokasi. Tujuan mereka satu, yaitu memperebutkan kuota pendaftaran bimbingan belajar (bimbel) Exist Gayam yang menembus nomor urut 365 pada Selasa (1/9/2026) siang.

Nuri ikut berdesakan masuk antrean untuk mendaftarkan anaknya yang baru duduk di bangku kelas 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sistem pendaftaran di tempat ini memaksa orang tua memesan kursi jauh-jauh hari. Anaknya baru berhak masuk kelas les saat naik ke kelas 9 SMP nanti.

“Saya daftar hari ini buat tahun depan, ketika anak naik kelas 9,” ucapnya, Selasa (1/9/2026).

Persaingan masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri favorit di Yogyakarta tergolong ketat, sehingga Nuri merasa butuh amunisi tambahan bagi anaknya untuk menembus ujian seleksi.

“Sekolah sudah cukup. Cuma karena kompeteisi menuju SMA Negeri favorit di Jogja ketat, maka perlu les tambahan. Gitu sih,” ungkapnya.

Biaya pendidikan di tempat ini dinilai ramah kantong. Orang tua cukup merogoh kocek Rp50 ribu untuk biaya pendaftaran awal, sementara tagihan per mata pelajaran hanya Rp150 ribu setiap bulannya.

“Pendaftaran Rp50 ribu, biaya bulanan Rp150 ribu per mata pelajaran. Worth it sih,” ucapnya.

Pengelola bimbel membuka kelas khusus materi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kesempatan ini menuntut keseriusan dari para siswa.

“Sebagai orang tua pasti akan memberikan yang terbaik untuk masa depan putra-putrinya, tinggal sekarang bagaimana anaknya seperti bagaimana memanfaatkan fasilitas yang kami berikan,” tutur Nuri.

Rekam Jejak Lulusan dan Reputasi Pengajar

Pengelola mengunci rapat kuota penerimaan tiap pergantian tahun ajaran baru dengan membatasi jumlah pendaftar maksimal 450 siswa, serta 20 peserta didik di tiap kelasnya. Pengajar di tempat ini memegang reputasi mentereng dan dikenal publik sebagai perumus soal ujian yang kompeten, termasuk Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKA-D).

Bahkan, pejabat negara pernah memercayakan pendidikan anaknya di sini. Pengelola Bimbel Exist Gayam, Yurin Gagarin, membongkar riwayat tersebut.

“Putranya Pak Menteri Pratikno di sini, putranya dulu di sini. Sekarang sudah jadi dokter itu,” kata Yurin menyebut nama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut, pada Selasa (1/9/2026).

Cerita keberhasilan lulusan menyebar cepat dari mulut ke mulut. Yurin menolak memakai strategi promosi digital. Jasa bimbingan belajarnya laris manis meski tersembunyi di balik gang padat permukiman.

“Sebetulnya enggak juga (antrean membludak). Kami itu enggak pernah promosi, tetapi insya Allah ya dari dari mulut ke mulut hasilnya itu output-nya itu hampir semuanya negeri dan favorit,” ujar Guru Bahasa Indonesia SMP 4 Kota Yogyakarta tersebut.

Calon peserta didik membanjiri lokasi pendaftaran dari berbagai penjuru daerah, seperti Sleman, Bantul, Kulon Progo, Magelang, hingga Solo.

Yurin kukuh menahan tarif les pada angka Rp150 ribu per mata pelajaran. Nominal tagihan bulanan tersebut tidak pernah berubah sejak anak Menko PMK Pratikno belajar di sana.

“Iya, sejak putranya Pak Menteri Pratikno sampai sekarang, ya, itu tetep Rp150 ribu (per mapel sebulan). Mengapa demikian? Karena kami dengan Bapak (suami) tinggal berdua itu semeleh, yang penting barokahnya, hanya itu,” tuturnya.

Demi menjaga kualitas pengajaran, Yurin menegaskan menutup rapat peluang untuk membuka cabang baru di tempat lain.

Baca Juga: Jadwal KA Muria Mulai 1 Oktober 2026, Cek Disini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*