
JOSS.CO.ID – Tingginya biaya bimbingan belajar (bimbel) kerap menjadi kendala bagi sebagian orang tua untuk memberikan pendampingan belajar tambahan bagi anak.
Yayasan Gema Kusuma Negara Kota Semarang menghadirkan program bimbingan belajar gratis bagi anak-anak jenjang TK dan SD sebagai upaya memperluas akses pendidikan tanpa membebani biaya keluarga.
Yayasan yang mulai beroperasi sejak Mei 2026 itu berlokasi di Jalan Sekayu Baru, Kecamatan Semarang Tengah. Program bimbingan belajar yang diselenggarakan meliputi kelas calistung, bahasa Inggris, dan menggambar yang seluruhnya dapat diikuti secara gratis.
Ketua Yayasan Gema Kusuma Negara Kartika mengatakan, program tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap masih banyak orang tua yang ingin memberikan pendidikan tambahan bagi anak, tetapi banyak bimbingan belajar yang relatif mahal. Sehingga orangtua harus mengeluarkan biaya tambahan diluar kebutuhan sehari-hari.
“Melalui yayasan ini, kami ingin sekali memberi solusi bagi orang tua yang ingin anaknya mendapat bimbingan belajar tapi tidak terlaksana karena biaya bimbel yang mahal,” ujarnya.
Saat ini, yayasan memfokuskan program jangka pendek pada layanan bimbingan belajar untuk siswa TK dan SD. Ke depan, yayasan berencana dapat memperluas layanan hingga jenjang SMP dan SMA agar semakin banyak anak yang dapat merasakan manfaat program tersebut.
“Ke depan program kerja jangka panjang yayasan, kami ingin bisa berkontribusi memberikan bimbingan belajar untuk anak-anak hingga SMP dan SMA. Semua bimbingan dapat diikuti secara gratis tanpa dipungut biaya,” kata Kartika.
Selain membuka layanan bimbingan belajar, Yayasan Gema Kusuma Negara juga menyiapkan program pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Pelatihan tersebut akan didampingi tenaga pelatih bersertifikat untuk membantu meningkatkan kemampuan dan daya saing usaha masyarakat.
Kartika menjelaskan, tujuan utama program bimbingan belajar gratis adalah membantu anak-anak lebih memahami materi pelajaran yang diperoleh di sekolah sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua.
“Tujuannya kami ingin memberikan ilmu tambahan kepada anak-anak yang belum sepenuhnya paham materi pelajaran di sekolah secara gratis. Dengan mengikuti bimbel di Yayasan Gema Kusuma Negara diharapkan anak-anak menjadi paham dan orang tua juga tidak diberatkan dengan biaya,” jelasnya.
Di samping itu, pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu mengembangkan usaha yang dimiliki.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak pendaftaran dibuka, antusiasme orang tua cukup tinggi untuk mendaftarkan anaknya mengikuti bimbingan belajar.
“Sejak dibuka pendaftaran orang tua antusias mendaftarkan anak-anaknya untuk mengikuti bimbel. Saat ini sudah ada 12 pendaftar dan kami juga membatasi jumlah siswa karena menyesuaikan tempat yang ada,” ungkap Kartika.
Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, yayasan melibatkan empat orang relawan pengajar. Mereka secara sukarela memberikan pendampingan kepada para peserta tanpa menerima gaji maupun bentuk imbalan lainnya.
Menurut Kartika, kehadiran program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi anak-anak maupun orang tua. Selain memperoleh tambahan ilmu, para peserta juga dapat berkonsultasi mengenai materi pelajaran yang belum dipahami di sekolah tanpa harus mengeluarkan biaya.
“Keuntungan di sini anak-anak bisa mendapat tambahan ilmu selain yang mereka dapatkan di sekolah, anak-anak bisa bertanya apabila ada materi yang belum paham di sekolah, orang tua juga ikut terbantu karena tidak dipungut biaya,” katanya.
Ke depan, Yayasan Gema Kusuma Negara berharap seluruh program yang dijalankan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta pemberdayaan masyarakat.
“Harapan saya program-program yayasan dapat memberi manfaat tidak hanya bagi anak-anak dan masyarakat lingkup sekitar saja, tapi juga bagi masyarakat luas,” pungkas Kartika.

Leave a Reply