
BANTUL, JOSS.CO.ID – Upaya meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten Bantul terus menunjukkan progres signifikan. Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digerakkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat telah menjangkau ratusan pelajar serta masyarakat luas hingga pertengahan tahun 2026.
Hingga awal Juli 2026, tercatat sebanyak 675 siswa dari 22 sekolah telah mengikuti kegiatan sosialisasi. Secara keseluruhan, realisasi program tahun ini telah mencapai sekitar 87 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian tersebut menandakan sebagian besar agenda yang dirancang DKP Bantul telah berjalan sesuai rencana. Kegiatan tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga diperluas ke berbagai forum kemasyarakatan di sejumlah kapanewon.
Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran, dan Pengawasan Perikanan DKP Bantul, Susmawati, menyampaikan keyakinannya bahwa seluruh target program akan terpenuhi dalam waktu dekat.
“Pelaksanaan Gemarikan di Kabupaten Bantul saat ini sudah mencapai sekitar 87 persen. Kami optimistis seluruh kegiatan yang telah direncanakan dapat diselesaikan sesuai target tahun ini,” katanya, Jumat (10/7).
Menurutnya, pelajar menjadi salah satu fokus utama dalam program ini karena kebiasaan konsumsi makanan bergizi perlu dibangun sejak usia dini. Melalui edukasi tersebut, siswa dikenalkan pada manfaat ikan sebagai sumber protein hewani yang penting untuk pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta menjaga daya tahan tubuh.
Selain menyasar sekolah, DKP Bantul juga memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat umum. Kegiatan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN).
“Selain memberikan edukasi kepada siswa, kegiatan juga menyasar masyarakat umum melalui forum-forum kemasyarakatan dan kegiatan bersama Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN),” jelasnya.
Pendekatan ini dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif, terutama di tingkat keluarga. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan konsumsi ikan dapat menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar anjuran sesaat.
Sepanjang tahun berjalan, DKP Bantul telah menggelar puluhan kegiatan sosialisasi di berbagai wilayah. Kegiatan tersebut menjangkau beragam kelompok, mulai dari pelajar, komunitas warga, hingga kegiatan sosial di tingkat padukuhan. Jumlah peserta yang terus bertambah menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap program ini.
“Harapan kami, masyarakat tidak hanya mengetahui manfaat makan ikan, tetapi juga menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari. Edukasi seperti ini penting agar kesadaran mengonsumsi ikan terus meningkat,” ujarnya.
Gemarikan sendiri merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan angka konsumsi ikan masyarakat Indonesia. Di tingkat daerah, program ini memiliki peran strategis dalam mendukung perbaikan kualitas gizi masyarakat.
“Di Bantul, program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung perbaikan kualitas gizi masyarakat dan percepatan penurunan stunting,” ungkapnya.
Isu stunting masih menjadi perhatian di berbagai daerah, termasuk di DIY. Konsumsi protein hewani seperti ikan dinilai menjadi salah satu solusi efektif dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada usia emas. Oleh karena itu, edukasi yang dilakukan melalui Gemarikan menjadi bagian dari intervensi jangka panjang yang berkelanjutan.
Di sisi lain, meningkatnya konsumsi ikan juga membawa dampak ekonomi. Permintaan yang lebih tinggi terhadap produk perikanan berpotensi meningkatkan pendapatan para nelayan, pembudidaya, hingga pelaku usaha pengolahan hasil perikanan di Bantul.
Dengan progres yang telah mencapai 87 persen, DKP Bantul menargetkan seluruh rangkaian kegiatan Gemarikan tahun 2026 dapat rampung dalam beberapa bulan ke depan. Jika target tersebut tercapai, maka program ini tidak hanya sukses secara pelaksanaan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat dan kesejahteraan pelaku usaha perikanan.

Leave a Reply