
Kesepakatan damai AS Iran disepakati selama 60 hari. Trump menyerukan “let the oil flow” di tengah kelanjutan negosiasi nuklir.
JOSS.CO.ID — Kesepakatan damai AS Iran akhirnya tercapai setelah negosiasi panjang, ditandai dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyerukan kepada dunia untuk “let the oil flow”.
Kesepakatan damai AS Iran ini diumumkan langsung oleh Trump melalui media sosial pada Senin, dengan menegaskan bahwa kedua negara sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari sambil melanjutkan pembahasan terkait program nuklir Iran.
Trump meminta “ships of the world” untuk kembali beroperasi dan “let the oil flow”, sebagai sinyal dimulainya kembali stabilitas energi global pasca konflik.
Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi bahwa penghentian perang akan berlaku segera. Ia menyatakan bahwa “an immediate and permanent end to the war would begin tonight”, menandai babak baru dalam hubungan kedua negara.
Kesepakatan damai AS Iran ini juga mencakup rencana penandatanganan memorandum pada Jumat mendatang. Setelah penandatanganan tersebut, blokade di Selat Hormuz diperkirakan akan berakhir, membuka kembali jalur vital distribusi minyak dunia.
Selain itu, kesepakatan ini turut melibatkan dinamika kawasan Timur Tengah, termasuk Lebanon. Iran dilaporkan menghentikan rencana serangan balasan terhadap Israel menyusul eskalasi konflik sebelumnya.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang berperan sebagai mediator, menyampaikan bahwa “Both sides have declared the immediate and permanent termination of military operations on all fronts, including in Lebanon,” menegaskan komitmen kedua pihak untuk menghentikan konflik secara menyeluruh.
Dalam detail kesepakatan damai AS Iran, Amerika Serikat akan mengakhiri blokade terhadap pelabuhan Iran, sementara Iran akan melonggarkan pembatasan di Selat Hormuz. Langkah ini dipandang penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi global.
Meski demikian, proses menuju kesepakatan ini sempat menghadapi tantangan. Serangan Israel ke wilayah Dahiya di Beirut selatan pada Minggu dilaporkan menewaskan tiga orang dan melukai 16 lainnya, memicu kekhawatiran akan terganggunya negosiasi.
Trump sebelumnya menilai serangan tersebut “should not have happened”, terutama di saat kesepakatan damai AS Iran hampir tercapai.
Kesepakatan ini juga menetapkan kerangka waktu 60 hari untuk melanjutkan diskusi intensif terkait program nuklir Iran, yang selama ini menjadi titik utama ketegangan antara kedua negara.
Dengan tercapainya kesepakatan damai AS Iran, pasar energi global diharapkan kembali stabil, terutama dengan dibukanya kembali jalur distribusi minyak yang sebelumnya terdampak konflik.
Baca Juga:

Leave a Reply