
Bupati Batang tantang KEK 2026–2031 hidupkan wisata prioritas 2027 melalui ekonomi kreatif dan UMKM di Sigandu, Pagilaran, dan Curug Genting.
BATANG, JOSS.CO.ID – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menantang Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Batang periode 2026–2031 untuk mengambil peran strategis dalam menghidupkan destinasi wisata prioritas daerah melalui pengembangan produk ekonomi kreatif dan UMKM.
Pesan tersebut disampaikan Faiz saat melantik pengurus KEK Kabupaten Batang di Aula Bupati Batang, Rabu (10/6/2026). Ia menegaskan sektor ekonomi kreatif tidak hanya berfungsi mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu memperkuat daya tarik wisata daerah.
Ia berharap pelaku ekonomi kreatif dapat mengisi ruang strategis di kawasan wisata yang diproyeksikan menjadi prioritas pengembangan pada 2027.
“Nanti saya ingin lokasi tourism prioritas kita tahun 2027 diisi oleh teman-teman industri kreatif,” ujar Faiz.
Beberapa kawasan yang masuk dalam proyeksi wisata prioritas antara lain Pantai Sigandu, Pagilaran, dan Curug Genting. Kehadiran produk kreatif lokal di kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan sekaligus membuka pasar lebih luas bagi pelaku UMKM.
Faiz menegaskan pengurus KEK harus menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk mendampingi pelaku usaha dalam mengatasi persoalan dan memperluas akses pasar.
“Saya harapkan program-programnya konkret, program-program yang ada valuenya kepada masyarakat. Yang saya harapkan mereka mendampingi UMKM dan industri kreatif, membantu menyelesaikan persoalan mereka, sekaligus mengisi lokasi-lokasi tourism kita,” katanya.
Menurutnya, ekonomi kreatif dan UMKM menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi daerah di luar sektor industri manufaktur. Ia menargetkan kontribusi sektor tersebut terus meningkat secara signifikan.
“Trigger pertumbuhan ekonomi itu selain industri salah satunya UMKM dan industri kreatif. Saya ingin paling tidak lebih dari 30 persen pertumbuhan ekonomi ditunjang dari mereka. Karena itu UMKM dan industri kreatif harus punya market yang sangat luas,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Batang, lanjutnya, siap mendukung program KEK, termasuk membuka peluang kolaborasi dengan sektor industri serta mendorong perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR) untuk mendukung pengembangan UMKM.
Sementara itu, Ketua KEK Batang Muhamad Haryanto menilai Batang memiliki modal besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, sejarah, dan identitas lokal. Warisan leluhur dinilai dapat menjadi nilai ekonomi jika dikemas secara kreatif dan relevan.
“Kita memiliki banyak modal budaya dan sejarah yang bisa diolah menjadi produk ekonomi kreatif. Tugas kami adalah mengemas warisan itu menjadi nilai tambah yang mampu dikenal lebih luas,” ujarnya.
Ia menyebut selama ini Batang lebih dikenal karena potensi alam, padahal juga memiliki kekayaan sejarah, budaya, serta sumber daya manusia kreatif yang potensial menjadi daya tarik baru wisata.
Haryanto mencontohkan sejumlah pelaku kreatif Batang yang telah menembus pasar internasional, mulai dari seniman pertunjukan hingga ilustrator yang terlibat dalam proyek global.
Menurutnya, hal tersebut membuktikan potensi lokal memiliki daya saing tinggi jika didukung ekosistem yang kuat dan kolaboratif.
“Potensi Batang sangat besar. Tugas kami adalah menjadi perekat, mempertemukan berbagai kekuatan kreatif yang ada agar bisa berkembang bersama dan memberikan manfaat bagi daerah,” katanya.
Wakil Ketua KEK Batang Augasta juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan ekonomi kreatif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku kreatif.
“Pelaku ekonomi kreatif jangan ilfeel atau takut berkolaborasi dengan pemerintah. Justru ini saatnya kita bersama-sama membangun ekosistem ekonomi kreatif Batang agar semakin berkembang,” pungkasnya.

Leave a Reply