
Festival Balon Udara Solo menuai keluhan warga soal parkir dan macet, Pemkot Solo panggil Bank Jateng Syariah
SOLO, JOSS.CO.ID – Festival Balon Udara Solo yang digelar di Alun-alun Utara Keraton Surakarta menuai banyak keluhan dari masyarakat. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pun mengambil langkah tegas dengan memanggil penyelenggara, yakni Bank Jateng Syariah, untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan acara tersebut.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan bahwa pihaknya sudah memanggil penyelenggara terkait berbagai persoalan yang muncul selama acara berlangsung.
“Bank Jateng Syariah sudah kami panggil untuk bertanggung jawab,” kata dia kepada wartawan di Balai Kota Solo, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, penyelenggaraan festival tersebut tidak melalui koordinasi yang baik dengan Pemkot Solo. Selain itu, banyak keluhan warga, terutama terkait parkir dan kemacetan di sekitar lokasi acara. Atas kondisi ini, Pemkot Solo memberikan sanksi tegas kepada pihak penyelenggara.
Respati juga menyebut pihaknya akan mengkaji ulang rencana Bank Jateng Syariah yang berencana kembali menggelar festival serupa. Ia menegaskan bahwa penyelenggara wajib melakukan persiapan matang serta mematuhi aturan yang berlaku.
Sebelumnya, Festival Balon Udara yang digelar pada Minggu (17/5/2026) di Kecamatan Pasar Kliwon itu tidak berjalan maksimal. Faktor cuaca menjadi kendala utama, di mana angin kencang membuat balon udara tidak dapat mengudara dengan sempurna seperti yang diharapkan pengunjung.
Selain faktor teknis, keluhan juga ramai disuarakan di media sosial. Berdasarkan penelusuran, sejumlah pengguna mengeluhkan buruknya pengaturan parkir dan kemacetan parah di sekitar lokasi acara. Bahkan, ada warga yang mengaku kesulitan menjalankan ibadah akibat terjebak macet.
Beberapa pengguna Instagram juga meminta agar Pemkot Solo mengevaluasi penyelenggaraan acara, terutama karena berbarengan dengan agenda Solo Car Free Day. Kondisi ini dinilai menyulitkan akses masyarakat, termasuk jemaat yang hendak beribadah.
Di sisi lain, Bank Jateng Syariah sebelumnya menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat yang hadir sejak pagi hari untuk menyaksikan festival tersebut. Namun, mereka juga mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan acara.
“Sebagai lembaga syariah yang menjunjung tinggi kemaslahatan umat, keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Keputusan teknis terkait pembatasan terbang terpaksa diambil demi menghindari risiko bahaya akibat faktor angin kencang yang sangat dinamis di lokasi,” ujar Pemimpin Bank Jateng Cabang Syariah Surakarta, Nur Rochmah Lia Fabiyanti.
Pihak manajemen juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, termasuk Wali Kota Solo dan masyarakat, atas ketidaknyamanan yang terjadi selama acara berlangsung.
“Manajemen Bank Jateng Syariah bersama seluruh pihak penyelenggara menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Mas Wali Respati, selaku pemangku wilayah, kepada pengunjung, serta seluruh masyarakat Surakarta atas kegagalan dan ketidaknyamanan yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan. Hal ini menjadi bahan evaluasi serius bagi kami agar penyelenggaraan ke depan dapat berjalan lebih baik, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen perbaikan, Bank Jateng Syariah berencana menggelar kembali Festival Balon Udara Surakarta dalam waktu dekat, bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Leave a Reply