KEK Kendal Jadi Pusat Industri, Investasi Tembus Rp189 Triliun

KEK Kendal semakin kuat sebagai pusat industri dengan investasi Rp189 triliun dan serap 42 ribu tenaga kerja di Jawa Tengah.

KEK Kendal semakin kuat sebagai pusat industri dengan investasi Rp189 triliun dan serap 42 ribu tenaga kerja di Jawa Tengah.

KENDAL, JOSS.CO.ID – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri paling progresif di Indonesia. Kawasan ini juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi strategis antara Indonesia dan Singapura melalui kerja sama joint venture PT Jababeka Tbk (KIJA) dan Sembcorp Development Ltd.

Dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menteri Luar Negeri RI Sugiono, pengembangan KEK Kendal disebut sebagai contoh nyata kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kolaborasi tersebut dinilai mampu membuka peluang investasi baru, mempercepat industrialisasi daerah, serta menciptakan lapangan kerja.

Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada perluasan lahan, tetapi juga kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara luas.

“Kami melihat kepercayaan investor terus meningkat, dan ini menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga kualitas kawasan, memperkuat ekosistem industri, serta memastikan pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Juliani dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Hingga kuartal I-2026, KEK Kendal telah dihuni oleh 139 pelaku usaha dengan total komitmen investasi mencapai Rp 189,16 triliun. Kawasan ini juga telah menyerap sekitar 42 ribu tenaga kerja.

Beragam sektor industri berkembang di KEK Kendal, mulai dari otomotif, energi terbarukan, elektronik, farmasi dan alat kesehatan, hingga industri fashion, furnitur, serta makanan dan minuman (F&B).

Tingginya minat investor mendorong pengelola untuk mempercepat perluasan kawasan, termasuk penguatan infrastruktur, fasilitas logistik, utilitas, serta peningkatan layanan perizinan yang lebih efisien.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah menunjukkan tren positif. Pada kuartal I-2026, realisasi investasi provinsi ini mencapai Rp 23,02 triliun atau tumbuh 5,35 persen secara tahunan (YoY).

Kabupaten Kendal menjadi salah satu kontributor utama dengan realisasi investasi sebesar Rp 3,61 triliun. Bahkan pada 2024, Kendal tercatat sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah.

“Dengan dukungan kebijakan yang konsisten serta kolaborasi internasional yang solid, KEK Kendal optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai pusat industri di Kabupaten Kendal dan salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” tutupnya.

Baca Juga: Target Ekonomi Kendal 8 Persen 2026, Perluasan KIK Jadi Andalan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*