
9 WNI dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI mendesak pembebasan segera melalui jalur diplomatik.
JOSS.CO.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Jalur Gaza, Palestina, telah ditangkap oleh militer Israel.
“Berdasarkan informasi terkini (07.13 WIB), 9 (sembilan) WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0, semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” kata juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).
Kemlu RI bersama perwakilan Indonesia di luar negeri saat ini terus melakukan komunikasi dengan otoritas terkait guna memastikan perlindungan terhadap para WNI tersebut. Pemerintah Indonesia juga menegaskan akan memaksimalkan upaya diplomatik dan langkah kekonsuleran.
“Indonesia mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” kata dia.
Identitas WNI yang Terlibat
Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), dari sembilan WNI yang ikut dalam misi tersebut, lima di antaranya merupakan relawan, yaitu Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Asad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo.
Sementara empat lainnya merupakan jurnalis, yakni Bambang Noroyono (Republika), Thoudy Badai Rifan Billah (Republika), Andre Prasetyo Nugroho (Tempo), serta Rahendro Herubowo (GPCI-iNewsTV, Berita1, CNN).
Kronologi Pencegatan Kapal
Organisasi Global Sumud Flotilla sebelumnya menyatakan bahwa militer Israel telah mencegat seluruh kapal yang mengikuti misi kemanusiaan tersebut.
Kapal terakhir bernama Lina Al-Nabulsi dicegat pada Selasa (19/5/2026). Secara keseluruhan, Israel dilaporkan telah menghentikan 50 kapal yang membawa 428 orang dari 44 negara.
Pencegatan disebut mulai terjadi pada Senin (18/5/2026) di perairan internasional sekitar 250 mil laut dari pantai Gaza.
Misi Global Sumud Flotilla sendiri berangkat dari Marmaris, Turki pada Kamis (14/5/2026), dengan total 54 kapal yang berpartisipasi. Mereka bertujuan untuk “membangun koridor kemanusiaan dan mendobrak pengepungan ilegal Israel terhadap Gaza.”

Leave a Reply