DPU Semarang Respons Cepat Jembatan Ambles di Ngaliyan

Jembatan Honggowongso di Ngaliyan ambles, DPU Kota Semarang langsung bergerak cepat melakukan penanganan dan rekonstruksi selama 45 hari.

Jembatan Honggowongso di Ngaliyan ambles, DPU Kota Semarang langsung bergerak cepat melakukan penanganan dan rekonstruksi selama 45 hari.

SEMARANG, JOSS.CO.ID – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bergerak cepat menangani amblesnya jembatan di Jalan Honggowongso, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan yang terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan, langkah cepat dilakukan dengan langsung menerjunkan tim teknis ke lokasi kejadian pada hari yang sama. Peninjauan ini dilakukan bersama pemangku wilayah dan lurah setempat untuk memetakan tingkat kerusakan struktur jembatan.

Demi menjaga keselamatan masyarakat, akses jalan di lokasi terdampak kini telah ditutup total. “Begitu menerima laporan amblesnya jembatan di Jalan Honggowongso pada hari Jumat lalu, kami langsung transmisi tim bersama Lurah Purwoyoso untuk mengamankan lokasi,” terang Agustina pada Minggu, 17 Mei 2026.

Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama sehingga penutupan jalur dilakukan segera untuk mencegah risiko bagi pengguna jalan yang melintas di area berbahaya.

Untuk memulihkan akses dan mobilitas warga di wilayah Ngaliyan, DPU Kota Semarang telah menyiapkan rencana penanganan komprehensif. Fokus utama meliputi rekonstruksi jembatan, pembangunan kembali dinding sayap yang runtuh, serta perbaikan bantalan jalan yang ikut terdampak.

Sebagai langkah awal pengerjaan, alat berat berupa ekskavator dijadwalkan tiba di lokasi pada Senin, 18 Mei 2026 untuk memulai proses pembersihan puing dan pengerjaan tanah.

“Kami tidak ingin menunda-nunda, sehingga besok Senin, ekskavator akan langsung diterjunkan ke Purwoyoso untuk memulai pengerjaan fisik secara masif,” tambahnya.

Proses perbaikan total infrastruktur tersebut diproyeksikan selesai dalam waktu 45 hari kalender. Pemerintah optimistis target dapat tercapai selama tidak ada kendala teknis maupun faktor eksternal seperti cuaca.

Selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari kemacetan dan potensi risiko di sekitar lokasi proyek.

“Karena pengerjaan ini memakan waktu, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan sangat mengharapkan kerja sama warga sekitar serta pengguna jalan untuk beralih ke jalur alternatif sementara waktu demi kelancaran aktivitas bersama,” ujarnya.

Pemerintah Kota Semarang memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara maksimal demi memulihkan akses transportasi dan menjaga keselamatan masyarakat di wilayah tersebut.

Baca Juga: 27 Bus Listrik Trans Semarang Segera Beroperasi, Dorong Transportasi Ramah Lingkungan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*