
Pemkab Kendal menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2026 melalui perluasan Kawasan Industri Kendal dan peningkatan investasi daerah.
KENDAL, JOSS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kendal menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 8 persen pada tahun 2026. Target tersebut sejalan dengan rencana perluasan Kawasan Industri Kendal (KIK) tahap kedua seluas 1.200 hektare yang diproyeksikan menjadi motor penggerak baru ekonomi daerah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kendal, Wiwit Andariyono mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi Kendal masih bertumpu pada sektor industri, khususnya di kawasan KIK. Meski begitu, kontribusi kawasan industri tersebut terbukti signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,37 persen dan nasional 5,11 persen. Namun, pertumbuhan ekonomi di Kendal masih terpusat di KIK,” ungkapnya.
Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal tercatat mencapai 7,9 persen, melampaui rata-rata provinsi maupun nasional. Namun, kondisi ini dinilai belum ideal karena belum merata di seluruh sektor.
“Ini menjadi pekerjaan rumah agar ke depan lebih merata,” ujarnya, belum lama ini.
Wiwit menjelaskan, perluasan KIK diharapkan tidak hanya meningkatkan investasi, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi daerah secara menyeluruh. Pemerintah daerah juga ingin memastikan dampak pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak nyata. Karena itu dibutuhkan sinergi untuk mencapai target 8 persen,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kendal, Izzudin Latif menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk tim percepatan ekonomi lintas sektoral. Tim ini dibentuk sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri guna mengoptimalkan pencapaian target pertumbuhan ekonomi.
“Ini menjadi tantangan. Pada evaluasi triwulan pertama ini kami ingin mengejar target tersebut,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antar sektor menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah kerja kolaboratif,” imbuhnya.
Di sisi lain, Kepala BPS Kendal, Ade Sandi Parwoto menilai investasi masih menjadi faktor utama dalam menopang ekonomi daerah. Berdasarkan data BPS, struktur ekonomi Kendal saat ini didominasi sektor industri manufaktur sebesar 42,03 persen.
Selain itu, sektor pertanian menyumbang 17,27 persen, perdagangan 12,04 persen, serta konstruksi sebesar 7,60 persen.
“Untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen diperlukan strategi adaptif, termasuk peningkatan daya beli masyarakat, penyerapan tenaga kerja, penguatan UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya.

Leave a Reply