
Jemaah haji Kloter 28 SOC sukses antisipasi cuaca panas Arab Saudi saat miqat di Bir Ali dengan tetap di dalam bus ber-AC demi cegah heatstroke.
JOSS.CO.ID – Jemaah haji Kloter 28 SOC berhasil menyiasati ancaman cuaca panas ekstrem Arab Saudi saat prosesi pengambilan Miqat di Bir Ali sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Makkah, Sabtu (9/5/2026) siang waktu setempat.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya melindungi kondisi fisik jemaah dari paparan suhu tinggi yang mencapai 40 derajat Celsius.
Antisipasi Cuaca Panas Arab Saudi
Dilansir dari muhammadiyahsemarangkota.org, tim pembimbing ibadah mengambil keputusan strategis dengan menginstruksikan seluruh jemaah tetap berada di dalam bus berpendingin udara saat mengambil miqat.
Kebijakan ini terbukti efektif dalam mencegah risiko heatstroke, terutama karena jarak antara area parkir dan Masjid Bir Ali cukup jauh.
“Ketika mampir mengambil miqat di Masjid Bir Ali, jemaah tidak turun dari bus karena kondisi cuaca lumayan panas. Jarak tempat parkir ke masjid juga cukup jauh,” ujar Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 28 SOC, Ustadz Drs. H. Nurbini, MSI, 15:30 WAS (Waktu Arab Saudi)
Setelah bus berhenti sejenak, petugas langsung memandu jemaah melafalkan niat umrah wajib dari dalam kendaraan. Meski berada dalam kondisi cuaca ekstrem, para jemaah tetap menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Jemaah haji wanita terlihat mengenakan mukena putih dan duduk rapi di dalam bus sambil mendengarkan arahan dari Ustadz Nurbini yang memegang mikrofon.
Seluruh jemaah juga melantunkan niat dan talbiyah secara bersama-sama di bawah bimbingan ketua rombongan masing-masing, termasuk menyertakan niat bersyarat (isytirat) sebagai bentuk kehati-hatian dalam pelaksanaan ibadah.
“Panitia sepakat jemaah langsung melafalkan niat ihram di bus. Niat ihram dipimpin oleh ketua rombongan masing-masing dengan niat ihram bersyarat,” ujar Ustadz Nurbini menegaskan pelaksanaan fikih praktis tersebut.
Manajemen Efektif Menuju Makkah
Sebelum bertolak dari Madinah, panitia telah menyiapkan skema pergerakan jemaah secara matang. Jemaah melaksanakan salat jamak takdim qasar untuk Zuhur dan Asar secara berjemaah di Masjid Nabawi.
Usai salat, mereka langsung menuju armada bus tanpa harus kembali ke hotel. Seluruh koper dan barang bawaan telah disiapkan lebih awal di lobi sejak delapan jam sebelumnya.
Strategi ini terbukti mampu menghindari antrean panjang di lift hotel serta mempercepat proses keberangkatan.
Saat ini, rombongan tengah menempuh perjalanan darat menuju Makkah dengan estimasi waktu enam hingga tujuh jam. TPIHI menargetkan jemaah tiba sebelum waktu Magrib.
Setibanya di Makkah, jemaah dijadwalkan beristirahat sejenak sebelum melaksanakan rangkaian ibadah umrah wajib pada malam hari.

Leave a Reply