
Pemerintah siapkan insentif pajak 0 persen di KEK Bali untuk menarik investor global dan memperkuat cadangan devisa Indonesia.
JAKARTA, JOSS.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan membuka peluang besar bagi investor global dengan menawarkan insentif pajak hingga 0 persen di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan atau International Financial Center (IFC) di Bali.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menarik aliran dana asing masuk ke Indonesia, khususnya ke KEK keuangan di Bali. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat perekonomian nasional, terutama dari sisi cadangan devisa.
“Kalau diminta, saya kasih 0 persen. Kenapa saya kasih? Dengan itu ya 0 persen (pajak) nggak apa-apa, tapi uang masuk ke situ (KEK keuangan). Itu harusnya bisa dikaitkan dengan cadangan devisa kita juga kan, menguat,” kata Purbaya.
Menurutnya, masuknya dana global tidak hanya berdampak pada cadangan devisa, tetapi juga memberikan efek positif terhadap pasar obligasi Indonesia. Investor yang masuk ke KEK berpotensi menjadi pembeli Surat Berharga Negara (SBN), sehingga dapat meningkatkan permintaan dan stabilitas pasar.
“Mereka bisa beli obligasi pemerintah. Kalau dia minta bunga rendah, fasilitas saya kasih. Kenapa? Itu bisa mengurangi tekanan terhadap obligasi kita dari pembeli lain di Amerika atau tempat lain. Jadi, suplai pembeli obligasi kita akan makin banyak,” jelas Purbaya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah yang tengah dipersiapkan dalam waktu dekat.
“Ini langkah strategi yang mungkin dalam waktu dekat segera diwujudkan,” tambahnya.
Purbaya juga mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan akan terlibat dalam pengembangan IFC bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sistem hukum dan insentif yang diterapkan di KEK keuangan nantinya akan mengacu pada standar internasional guna meningkatkan daya tarik bagi investor asing.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan bahwa pengembangan KEK Kura Kura Bali tengah dipercepat sebagai lokasi potensial pusat keuangan baru di Indonesia.
Pemerintah saat ini juga sedang mematangkan regulasi sebagai dasar pembentukan KEK sektor keuangan di Bali. Kawasan tersebut dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan pusat keuangan global, mulai dari sistem pengelolaan hingga fasilitas yang kompetitif bagi investor internasional.

Leave a Reply