
Pemerintah percepat KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur untuk dorong investasi, pusat finansial, dan health tourism kelas dunia di Indonesia.
BALI, JOSS.CO.ID – Pemerintah terus mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai motor penggerak investasi nasional, khususnya di sektor strategis. Fokus terbaru mengarah ke Bali yang tidak hanya dikembangkan sebagai destinasi wisata, tetapi juga menuju pusat finansial dan layanan kesehatan berkelas dunia.
“Bali Lagi Di-upgrade, Dari Liburan Jadi Pusat Finansial. Baru-baru ini, Menko Airlangga Hartarto bersama rombongan turun langsung ngecek KEK Kura Kura Bali sama KEK Sanur.”
Langkah ini ditegaskan melalui kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartarto, bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria, pada Jumat (1/05).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan percepatan pembangunan kawasan ekonomi sekaligus mendorong realisasi investasi, terutama di sektor pariwisata berkualitas dan layanan kesehatan internasional. Selain itu, pemerintah juga menjajaki kesiapan pembentukan International Financial Center sebagai strategi memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Di KEK Kura Kura Bali, Airlangga meninjau langsung kesiapan kawasan yang diproyeksikan menjadi lokasi Indonesia Financial Center (IFC), sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah saat ini tengah mematangkan regulasi untuk pembentukan KEK sektor keuangan, termasuk skema pengelolaan dan berbagai insentif guna menarik investor global.
Pengelola kawasan, BTID, memaparkan konsep Knowledge District yang menjadi keunggulan utama. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem inovasi terintegrasi berbasis pendidikan, pengetahuan, dan pengembangan sumber daya manusia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Bali.
Hingga Triwulan I 2026, KEK Kura Kura Bali telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang. Pengembangan kawasan ini akan terus dilanjutkan melalui sejumlah proyek strategis yang ditargetkan rampung pada 2026.
Sementara itu, di KEK Sanur, pemerintah fokus memperkuat ekosistem health tourism. Salah satu fasilitas unggulan adalah Bali International Hospital (BIH) yang mulai beroperasi sejak April 2025 dan menawarkan berbagai layanan spesialis. Hingga Triwulan I 2026, jumlah kunjungan pasien mencapai 14.950 orang, dengan komposisi 60 persen WNA dan 40 persen WNI.
Rombongan juga meninjau progres The Solitaire Clinic yang dijadwalkan beroperasi pada 2026. Klinik ini akan menghadirkan layanan seperti cosmetic surgery, medical aesthetics, body contouring, hair transplant, hingga antiaging stem cell therapy.
Secara kumulatif, KEK Sanur mencatat realisasi investasi sebesar Rp5,37 triliun, penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.444 orang, serta kunjungan wisatawan mencapai 279.804 orang hingga Triwulan I 2026.
Kunjungan ini menegaskan bahwa KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur memiliki peran strategis dalam mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju sektor bernilai tambah tinggi.

Leave a Reply