
KEK Industropolis Batang mengembangkan dryport berbasis rel untuk memperkuat logistik nasional dan menarik investasi baru di Jawa Tengah.
JOSS.CO.ID, BATANG – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, memulai langkah strategis dengan menghadirkan fasilitas pelabuhan darat (dryport) berbasis rel kereta api. Proyek ini dirancang untuk memperkuat sistem logistik nasional melalui integrasi transportasi yang lebih efisien.
Pembangunan dryport tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Kereta Api Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah, dan Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang. Penandatanganan berlangsung di Gedung Pengelola kawasan pada Selasa, 21 April 2026.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia, Achmad Muchtasyar, mengatakan bahwa kehadiran fasilitas ini akan mempercepat distribusi barang sekaligus meningkatkan konektivitas dengan jaringan pelabuhan global.
“Proses logistik bisa dilakukan lebih dekat dengan sumber produksi,”
Menurutnya, integrasi dryport dengan jalur kereta api akan memangkas waktu distribusi dan biaya logistik, sehingga meningkatkan daya saing industri di kawasan tersebut.
Sementara itu, Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menilai pembangunan infrastruktur ini menjadi daya tarik kuat bagi investor, khususnya dari luar negeri. Ia menyebut kehadiran dryport tidak hanya meningkatkan efisiensi pengiriman barang, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Proyek ini diharapkan mampu menjadikan KEK Industropolis Batang sebagai pusat industri dan logistik terintegrasi di Indonesia. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas BUMN, kawasan ini diproyeksikan menjadi titik penting dalam peta industri nasional.
Ke depan, pengembangan dryport berbasis rel ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi regional serta menciptakan lapangan kerja baru di Kabupaten Batang dan sekitarnya.

Leave a Reply