
Sebanyak 48 dapur gizi di Blora telah dilengkapi IPAL untuk menjaga lingkungan tetap sehat dan mendukung program makan bergizi gratis.
JOSS.CO.ID, BLORA – Upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas layanan gizi terus dilakukan di Kabupaten Blora. Hingga April 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora mencatat sebanyak 48 dari total 79 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Kepala Dinkes Blora, Edi Widayat, menjelaskan bahwa tidak semua IPAL tersebut sudah aktif digunakan. “Hanya saja, dari 48 SPPG tersebut, sebanyak 12 SPPG yang terpasang IPAL belum difungsikan secara operasional dan 36 SPPG lainnya sudah mengoperasikan IPAL-nya,” kata Kepala Dinkes Blora Edi Widayat di Blora, Selasa.
Keberadaan IPAL dinilai sangat penting untuk mengelola limbah dari aktivitas dapur gizi agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, 12 dapur yang belum mengoperasikan IPAL akan segera dipersiapkan agar dapat digunakan sesuai kebutuhan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain fokus pada pengelolaan limbah, seluruh dapur SPPG di Blora juga telah memenuhi standar sanitasi. Hal ini dibuktikan dengan kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) oleh seluruh 79 dapur yang ada.
“Seluruh SPPG di Blora yang berjumlah 79 dapur sudah memiliki SLHS, sehingga secara sanitasi dan higienitas sudah memenuhi standar untuk operasional pelayanan pemenuhan gizi,” ujarnya.
Pemerintah daerah pun terus mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana dapur gizi, termasuk dalam aspek sanitasi dan pengelolaan limbah. Langkah ini diharapkan mampu mendukung layanan pemenuhan gizi yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
Dengan fasilitas yang semakin memadai, keberadaan SPPG di Blora diharapkan dapat berperan lebih optimal dalam meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan anak-anak.
“Harapannya layanan pemenuhan gizi melalui SPPG ini bisa berjalan maksimal, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Leave a Reply