
AS bantah kabar pencairan aset Iran US$6 miliar di Qatar terkait Selat Hormuz. Apa fakta klaim Iran vs penolakan Gedung Putih? Update terkini negosiasi 11 April 2026.
JOSS.CO.ID – Berita sensasional muncul soal aset Iran senilai US$6 miliar yang diduga dicairkan Amerika Serikat (AS) dari Qatar. Namun, pihak AS langsung membantah keras klaim tersebut. Isu ini ramai setelah sumber Iran mengaitkannya dengan jaminan pelayaran aman di Selat Hormuz.
Menurut sumber senior Iran yang dikutip Reuters pada Sabtu (11/4/2026), AS setuju melepas dana beku di Qatar dan bank asing lain. Langkah ini disebut menunjukkan keseriusan Washington dalam perundingan di Islamabad, Pakistan. “False,” tegas pejabat AS, sambil bilang diskusi di Islamabad bahkan belum dimulai saat klaim itu muncul.
Dana US$6 miliar itu (setara Rp102,5 triliun, kurs Rp17.089 per dolar AS) awalnya dipindah ke Qatar September 2023 untuk tukar tahanan. Tapi, dibekukan lagi usai serangan Hamas ke Israel 7 Oktober 2023. AS tetap pegang kendali penuh, dan tak ada kesepakatan baru untuk cairkan.
Latar belakangnya panjang. Dana dari penjualan minyak Iran ke Korea Selatan ini dibekukan sejak 2018 pasca sanksi Donald Trump yang batalkan kesepakatan nuklir. September 2023, Doha mediasi tukar: 5 warga AS bebas dari Iran, 5 warga Iran diampuni AS. Dana hanya boleh buat barang kemanusiaan seperti makanan, obat, dan alat kesehatan, di bawah awas Departemen Keuangan AS.
Iran butuh dana ini parah karena sanksi tekan cadangan devisa, riak nilai tukar, dan inflasi melonjak. Total aset beku Iran di luar negeri capai lebih dari US$100 miliar, kata Euronews. Teheran tuntut cabut sanksi plus akses dana sebagai syarat negosiasi.
Hingga kini, Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri Qatar belum beri konfirmasi resmi. Klaim Iran vs bantahan AS ini tunjukkan negosiasi masih alot, apalagi soal Selat Hormuz yang vital buat minyak dunia.
(Sumber: Reuters, Euronews, 11/4/2026.)

Leave a Reply