
Pencairan dana operasional RT Rp25 juta di Semarang tunggu kajian fiskal Pemkot. Total Rp280 miliar untuk 10 ribu RT, prioritas halal bihalal dan perbaikan CCTV.
JOSS.CO.ID, SEMARANG – Pencairan anggaran dana operasional RT sebesar Rp 25 juta masih menunggu kajian kekuatan fiskal Pemkot Semarang. Padahal, pengurus RT sudah merencanakan berbagai program untuk tahun 2026, seperti halal bihalal pasca-Idul Fitri dan festival di bulan Syawal.
Henry, pengurus RT di Kelurahan Krapyak, mengungkapkan bahwa dia dan warga sudah sepakat menggelar halal bihalal. Namun, tanpa dana yang cair, mereka berencana koordinasi ulang dengan masyarakat.
“Kita belum tahu kapan cair, padahal kegiatan sudah dirancang. Nanti kita akan mencari solusi, ataupun alternatif dan memberikan sosialisasi kepada warga,” ujarnya.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengakui permintaan warga agar dana operasional RT segera dicairkan menjadi perhatian utama Pemkot. Meski begitu, keputusan akhir bergantung pada kesiapan fiskal daerah.
Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 280 miliar untuk 10 ribu RT di ibu kota Jawa Tengah. “Nanti saya akan tanya dulu, apakah fiskal kita ini siap mengeluarkan uang Rp 280 miliar pada masa lebaran,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Agustina menyarankan dana tersebut dipakai untuk urusan kecil di lingkungan, seperti perbaikan CCTV rusak atau saluran air tersumbat. “Saya minta masyarakat bisa menyelesaikan persoalan CCTV rusak saluran kecil sedikit-sedikit pakai uang Rp 25 juta,” imbuhnya.
Pemkot berencana segera kajian mendalam. “Kalau fiskalnya kuat, nanti akan kuat keluarkan. Mungkin perhitungannya dalam 1-2 minggu kedepan,” katanya.
Saat ini, pendapatan terbesar Pemkot berasal dari Pajak Hiburan dan Restoran. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih menunggu Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang rilis Maret nanti. Agustina menekankan pengelolaan fiskal tetap prioritas.
“Pasti sebelum lebaran akan kita umumkan, apakah kita bisa keluarkan Maret atau tidak,” pungkasnya.

Leave a Reply