WFH Kemenhub dan Arus Balik Jalan Tol Solo Semarang

Kemenhub imbau pemudik manfaatkan WFA untuk menghindari puncak arus balik di Tol Semarang–Solo yang macet belasan kilometer, dan mengatur jadwal balik ke Jabodetabek.
Terpantau arus balik dari Solo ke Semarang padat merayap di Tol KM 468 (Tangkapan Layar)

WFH Kemenhub dan Arus Balik Jalan Tol Solo Semarang macet belasan kilometer dan mengatur jadwal balik ke Jabodetabek.

JOSS.CO.ID, SEMARANG –  Arus balik Lebaran 2026 di ruas Tol Semarang Solo kembali memuncak dengan kemacetan yang mengular hingga belasan kilometer di sejumlah titik. Kondisi ini terutama terjadi di sekitar Exit Tol Tingkir Salatiga dan titik-titik rawan perlambatan lain akibat tanjakan, turunan, dan kepadatan rest area di sepanjang jalur tol menuju Semarang.

Kepadatan di ruas ini membuat laju kendaraan tersendat dalam waktu lama. Banyak pemudik yang kemudian memilih keluar melalui Exit Tol Tingkir, Salatiga, untuk mencari jalur arteri alternatif menuju arah barat, termasuk ke Jakarta dan wilayah Jabodetabek. Di kawasan tersebut, pemudik memanfaatkan rumah makan dan fasilitas umum sekitar untuk beristirahat setelah terjebak antrean panjang di dalam tol.

Lonjakan kendaraan di exit tol turut memicu penumpukan arus lalu lintas di sekitar pintu keluar dan persimpangan menuju jalur arteri. Untuk mengurai kepadatan, Satlantas Polres Salatiga menerjunkan petugas dan melakukan rekayasa lalu lintas di simpang keluar tol serta jalur penghubung menuju wilayah lain.

Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Henry Sulistyanta menyebut pihaknya menerjunkan “25 personel tim urai untuk mengatasi kepadatan di Exit Tol Tingkir.” Satlantas juga melakukan penarikan arus di persimpangan dekat exit tol dan memprioritaskan jalur yang mengalami penumpukan cukup tinggi, terutama di exit tol Salatiga serta arah Tingkir menuju Suruh.

Di sisi lain, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengimbau pemudik untuk memaksimalkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dalam mengatur waktu perjalanan arus balik. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan pada satu hari yang diprediksi menjadi puncak arus balik.

“Jasa Marga memprediksi pada tanggal 24 Maret 2025 sekitar 285 ribu kendaraan pemudik akan kembali ke Jabodetabek melalui jalur tol. Kami imbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan waktu WFA yang diberikan agar bisa kembali pada tanggal 25,26 atau 27 Maret,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan di Jakarta, Senin (23/3).

Aan menjelaskan, kebijakan WFA berlaku bagi masyarakat yang bekerja di sektor pemerintahan dan BUMN serta dihimbau dapat diterapkan juga di sektor swasta. “Harapan kami pengusaha swasta memberi kelonggaran kepada para pegawainya untuk memanfaatkan WFA dalam mengatur waktu kepulangan,” katanya. Dengan penyebaran waktu perjalanan, diharapkan beban lalu lintas di ruas tol utama, termasuk Tol Semarang–Solo, tidak terfokus pada satu hari sehingga kemacetan lebih terkendali.

Ia menegaskan, imbauan ini perlu menjadi perhatian bersama mengingat tingginya lonjakan kendaraan yang terjadi pada puncak arus mudik dan arus balik sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa nyaman bagi para pengguna jalan dan mencegah penumpukan kendaraan secara masif, baik di ruas tol Trans Jawa maupun di jalur-jalur arteri penyangga.

Berdasarkan data Jasa Marga, hingga tanggal 22 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, sebesar 39,9 persen kendaraan telah melintas masuk ke Jakarta dari total proyeksi 3,4 juta kendaraan selama periode arus balik. Jumlah tersebut dihitung dari empat Gerbang Tol Utama, yaitu GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikatama, dan GT Kalihurip Utama. Angka ini menunjukkan pergerakan kendaraan masih akan terus meningkat seiring dengan berakhirnya masa cuti bersama dan libur Lebaran.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perhubungan Darat juga mengingatkan pemudik agar bijak menggunakan fasilitas istirahat yang tersedia di sepanjang jalur. “Kami juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan rest area sebaik-baiknya. Maksimalkan waktu 30 menit supaya bisa bergantian dengan yang lainnya atau maksimalkan tempat istirahat yang juga berada di luar jalur tol,” ungkap Dirjen Aan.

Ia menekankan agar pemudik tidak beristirahat di bahu jalan karena akan sangat berbahaya, berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, serta menambah kemacetan di ruas tol yang sudah padat. Pihaknya berharap seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat bisa bekerja sama menciptakan arus balik yang selamat, aman, dan nyaman, baik dengan memanfaatkan WFA, mengatur hari dan jam keberangkatan, maupun mematuhi aturan berlalu lintas di jalan.

Dengan kombinasi pengaturan waktu perjalanan melalui WFA, rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan macet seperti Exit Tol Tingkir, serta disiplin penggunaan rest area oleh para pemudik, pemerintah berharap kepadatan di Tol Semarang–Solo saat puncak arus balik dapat diminimalkan. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan, menghemat waktu tempuh perjalanan, dan memberikan pengalaman mudik serta balik yang lebih baik bagi masyarakat.

Baca Juga:

55 Titik Malam Takbiran di Jateng Aman, 1,3 Juta Kendaraan Masuk

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*