Harga Emas Dunia Turun 4 Hari Terakhir, Saat Tepat Jual atau Beli?

Harga emas dunia turun empat hari beruntun hingga US$ 5.003,3 per troy ons. Simak analisis teknikal dan peluang jual atau beli emas hari ini.

Harga emas dunia turun empat hari beruntun hingga US$ 5.003,3 per troy ons. Simak analisis teknikal dan peluang jual atau beli emas hari ini.

JOSS.CO.ID – Harga emas dunia masih melemah pada perdagangan Selasa (17/3/2026) pagi, melanjutkan tren penurunan selama empat hari terakhir. Pada pukul 07.33 WIB, harga emas di pasar spot berada di level US$ 5.003,3 per troy ons, turun tipis 0,07% dibandingkan hari sebelumnya.

Sehari sebelumnya, harga emas finis di zona merah dengan koreksi 0,3% ke US$ 5.006,9 per troy ons, menjadi posisi penutupan terendah sejak 19 Februari 2026 atau hampir satu bulan terakhir. Secara total, selama empat hari beruntun tersebut, harga emas dunia sudah terkoreksi sekitar 3,51% secara point-to-point.

Pergerakan harga emas dunia turun 4 hari ini terjadi di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Perang yang memasuki pekan ketiga itu memicu ketidakpastian di pasar komoditas global.

Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Minyak

Perang di Timur Tengah praktis mengganggu arus pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dari kawasan Teluk. Presiden AS Donald Trump bahkan meminta negara-negara sekutu untuk ikut membantu mengamankan jalur strategis tersebut.

Tidak hanya itu, berbagai fasilitas minyak di kawasan Teluk juga menjadi sasaran serangan. Iran dilaporkan menyerang fasilitas minyak di Uni Emirat Arab, sementara AS membombardir infrastruktur perminyakan andalan Iran di Pulau Kharg.

Kondisi ini membuat harga minyak dunia melonjak tajam. Dalam sepekan terakhir, harga minyak jenis Brent meroket sekitar 16,75%, sedangkan Light Sweet naik sekitar 14,7%. Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong harga BBM dan inflasi, sehingga bank sentral di berbagai negara, termasuk Federal Reserve di AS, semakin sulit melonggarkan kebijakan moneter.

Awalnya pasar memperkirakan suku bunga acuan di AS bisa turun hingga tiga kali tahun ini. Namun dengan tekanan inflasi dan konflik yang masih berlanjut, ekspektasi tersebut mulai memudar dan penurunan suku bunga sekali saja sudah dinilai cukup baik oleh pelaku pasar.

Suku Bunga Tertahan, Emas Kurang Menarik

Emas dikenal sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Dalam kondisi suku bunga masih tinggi dan belum ada kepastian kapan akan turun, memegang emas menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen lain yang menawarkan bunga atau kupon.

Situasi inilah yang ikut menekan minat investor terhadap emas meski ketegangan geopolitik meningkat. Alih-alih masuk ke emas, sebagian pelaku pasar memilih memegang likuiditas atau aset berimbal hasil.

Analisis Teknikal: Bearish tapi Jenuh Jual

Secara teknikal, pergerakan harga emas dunia turun 4 hari menempatkannya di zona bearish pada time frame harian. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di sekitar level 47, masih di bawah 50 yang mengindikasikan tekanan jual masih dominan.

Di sisi lain, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh level 1, jauh di bawah 20 yang menandakan kondisi oversold atau jenuh jual. Artinya, secara teknikal, ruang untuk terjadinya rebound jangka pendek mulai terbuka jika tekanan jual mereda.

Untuk perdagangan hari ini, titik pivot harga emas berada di kisaran US$ 5.007 per troy ons. Dari titik ini, emas berpeluang menguji resisten pertama di US$ 5.022 per troy ons yang berdekatan dengan Moving Average (MA) 5, kemudian resisten kedua di US$ 5.087 per troy ons yang sejalan dengan MA-10. Target paling optimistis atau resisten terjauh hari ini berada di sekitar US$ 5.114 per troy ons.

Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut, harga emas berisiko turun menguji support US$ 4.992 per troy ons. Jika level ini jebol, emas berpotensi terkoreksi lebih dalam ke area US$ 4.981–4.976 per troy ons, dengan target support terjauh di kisaran US$ 4.909 per troy ons.

Saatnya Jual atau Justru Beli?

Dengan posisi teknikal yang masih bearish namun sudah berada di zona jenuh jual, kondisi saat ini bisa dibaca sebagai fase waspada sekaligus peluang. Bagi investor yang belum memiliki emas, penurunan harga emas dunia turun 4 hari terakhir bisa dimanfaatkan untuk mulai masuk secara bertahap sambil memantau level support penting.

Sementara bagi investor yang sudah memegang emas sejak harga lebih tinggi, strategi yang relatif aman adalah menunggu konfirmasi penguatan di atas level resisten kunci sebelum melakukan aksi jual. Keputusan jual atau beli idealnya disesuaikan dengan profil risiko, horizon investasi, dan pandangan masing-masing terhadap arah suku bunga global ke depan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*