Bus Haryanto Hantam 5 Mobil di Tol Batang, Sopir Diduga Lelah

Kecelakaan bus Haryanto di Tol Batang menabrak lima mobil pemudik, satu orang luka ringan. Pakar duga sopir lelah dan beri peringatan bagi pemudik.

Kecelakaan bus Haryanto di Tol Batang menabrak lima mobil pemudik, satu orang luka ringan. Pakar duga sopir lelah dan beri peringatan bagi pemudik.

JOSS.CO.ID, BATANG – Kecelakaan bus Haryanto di Tol Batang membuat lima mobil pemudik rusak dan satu orang mengalami luka ringan pada Minggu sore, 15 Maret 2026. Peristiwa ini terjadi di ruas Tol Pemalang–Batang KM 361+600 jalur A, wilayah Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Bus PO Haryanto berpelat S 7428 UN melaju dari arah Jakarta menuju Semarang saat insiden terjadi. Dikutip detikJateng, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun tersebut, meski kerugian materi dialami para pemudik yang kendaraannya tertabrak.

“Kendaraan yang terlibat kecelakaan merupakan kendaraan pemudik semua dari arah ke Jakarta ke Semarang,” ungkap Kasatlantas Polres Batang, AKP Eka Hendra Ardiansyah.

Lima kendaraan yang diseruduk bus PO Haryanto itu adalah Wuling Alvez B 1556 RZR, dua unit Toyota Innova masing-masing bernomor polisi F 1434 QJ dan B 2387 EGX, Suzuki XL7 S 1599 CF, serta mobil listrik Chery B 1194 BDV.

Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan polisi. Namun dari keterangan awal di lokasi, bus diduga tidak dapat mengendalikan laju kendaraan saat melintas di jalan tol yang permukaannya beton, lurus, dan datar, dengan kondisi cuaca cerah serta arus lalu lintas sedang.

“Akibatnya, bus tersebut menabrak mobil Wuling Alvez yang berada di depannya. Setelah itu kendaraan bus oleng ke kanan dan kembali menabrak sejumlah kendaraan lain yang berada di jalur yang sama,” urai Eka.

Dari kecelakaan itu, pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menilai sopir bus tampak mengalami kelelahan. Kondisi lelah ini diduga membuat pengemudi kehilangan kendali dan menabrak sejumlah kendaraan di depannya.

“Ada kemungkinan yang bersangkutan (sopir bus) mengalami keletihan sehingga mengemudinya sambil tidur. Suasana monoton jalan tol yang terik dan lurus menambah pengemudi menjadi hilang fokus,” ungkap Sony, Senin (16/3/2026).

“Ketika ada hambatan di depannya, pengemudi bus tidak dapat membaca rambu-rambu bahaya,” lanjut Sony.

Ia mengingatkan pentingnya manajemen istirahat bagi pengemudi bus dan kendaraan pribadi, terutama di musim mudik ketika perjalanan jarak jauh dan ritase kendaraan meningkat.[4]

“Ritase bus itu kan padat di musim mudik. Pengemudi wajib berkendara maksimal 3 jam terus gantian sama back to backnya,” pungkas Sony.

Baca Juga:

Fasilitas Kesehatan di Jateng Siap Layani Pemudik, Pengemudi Harus dalam Kondisi Fit

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*