208 Dapur Makan Bergizi Gratis di DIY Dihentikan Sementara, Ini Penyebabnya

Sebanyak 208 dapur makan bergizi gratis DIY dihentikan sementara BGN karena belum memenuhi standar keamanan dan sanitasi yang kini diperketat.

JOSS.CO.ID, JOGJA – Sebanyak 208 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program makan bergizi gratis DIY di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya. Kebijakan tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena sejumlah unit belum memenuhi standar keamanan dan sanitasi yang telah ditetapkan.

Koordinator Regional BGN DIY, Gagat Widyatmoko, mengatakan penghentian operasional ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh SPPG menjalankan kegiatan sesuai standar operasional yang kini diperketat.
“Standar tersebut meliputi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berkualitas tinggi, serta penyediaan mess bagi tim inti SPPG agar personel dapat siaga dan berada dekat dengan lokasi operasional,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut juga menjadi dorongan bagi yayasan mitra BGN agar segera melengkapi berbagai kebutuhan yang dibutuhkan sehingga operasional dapur penyediaan gizi dalam program makan bergizi gratis DIY dapat berjalan lebih aman dan optimal.
“Adapun SPPG yang pada saat ini dihentikan sementara operasionalnya, termasuk yang berada di wilayah DIY, dapat kembali beroperasi setelah seluruh standar yang ditetapkan telah terpenuhi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BGN untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan program berjalan dengan standar yang semakin baik,” ujarnya.

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengungkapkan masih banyak dapur SPPG di DIY yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
“Harusnya SLHS-nya yang harus dikejar. Ini kan hubungannya dengan kandungan air sebenarnya. Banyak yang bermasalah,” paparnya.

Ia menjelaskan, sebagian dapur belum lolos sertifikasi karena kualitas sumber air yang digunakan masih menjadi permasalahan.
“Airnya masih banyak yang tercemar bakteri E. coli,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengapresiasi langkah BGN Regional DIY yang dinilai mulai lebih transparan dalam pengelolaan program makan bergizi gratis DIY. Salah satunya dengan mencantumkan rincian harga bahan pangan serta membuka layanan hotline pengaduan.
“Paling tidak transparan itu sudah ada, termasuk membuka hotline itu sudah iktikad baik. Berarti kan mereka mau menerima kritik dan masukan,” kata dia.

Penghentian sementara operasional dapur SPPG tidak hanya terjadi di DIY. Berdasarkan hasil evaluasi nasional yang dilakukan BGN, ribuan dapur SPPG di wilayah Pulau Jawa yang juga melaksanakan program makan bergizi gratis mengalami hal serupa. Secara keseluruhan terdapat 1.512 unit SPPG di Pulau Jawa yang dihentikan sementara operasionalnya karena belum memenuhi persyaratan standar keamanan dan sanitasi yang ditetapkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*