
JOSS.CO.ID, JAKARTA – “Keluhan pedagang Tanah Abang” kembali mencuat ketika sejumlah pedagang di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, menyampaikan langsung kondisi sepinya penjualan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (9/3/2026). Dalam kunjungan kerja tersebut, Purbaya meninjau aktivitas perdagangan sekaligus berdialog dengan para pedagang yang merasa terpukul oleh persaingan dengan platform jual beli daring.
Seorang pedagang mengawali keluhannya dengan menyoroti sepinya pembeli di pasar tradisional yang menurutnya makin terasa sejak maraknya perdagangan melalui media sosial. “Bagaimana ini Pak, kita pedagang UMKM, Pak. Sepi pasar, Pak,” ujar pedagang tersebut kepada Purbaya saat menyambut kedatangannya di pasar.
Pedagang itu mempertanyakan arah perekonomian yang dirasa berdampak pada omzet di Tanah Abang, meski produk yang dijual merupakan buatan dalam negeri. Ia menegaskan bahwa upaya mendorong produk lokal belum diikuti dengan peningkatan daya beli masyarakat di pasar tradisional. “Kita majuin dalam negeri, Pak. Tapi yang beli sedikit,” kata pedagang tersebut.
Dalam percakapan itu, ia kemudian menyoroti ketatnya persaingan dengan platform digital, khususnya media sosial yang kini dimanfaatkan sebagai sarana berjualan. Menurutnya, pedagang di pasar seperti di Tanah Abang harus menanggung berbagai kewajiban, termasuk pajak dan biaya operasional, sementara pedagang di platform tertentu dinilai tidak menghadapi beban yang sama. “Online, Pak. TikTok kan enggak ada pajak, Pak. Kita ada pajak, Pak,” keluh pedagang itu.
Menanggapi keluhan mengenai persaingan usaha dan pajak tersebut, Purbaya menyebut pemerintah akan menata kembali aturan, termasuk terkait pungutan pajak pada platform digital yang banyak bersinggungan dengan pelaku UMKM di pasar rakyat. “Nanti kita pajakin TikTok juga,” jawab Purbaya.
Percakapan singkat antara Menkeu dan pedagang itu berlangsung di sela-sela kunjungan Purbaya meninjau kios-kios pakaian di Pasar Tanah Abang. Sejumlah pedagang lain juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung kondisi usaha mereka yang dinilai belum sepenuhnya pulih, baik dari sisi jumlah pengunjung maupun omzet harian.
Sebelum meninggalkan lokasi, pedagang yang mengadu atas nama para pelaku UMKM pasar Tanah Abang itu kembali meminta perhatian pemerintah agar kebijakan yang diambil berpihak pada pedagang pasar tradisional. “Tolong ya Pak, bantuin kita,” ujarnya.

Leave a Reply