Pantai Larangan Tegal Dipenuhi Kayu Gelondongan Pascabanjir Gunung Slamet

Pantai Larangan Tegal Dipenuhi Kayu Gelondongan Pascabanjir Gunung Slamet
Sejumlah warga mengumpulkan kayu yang terdampar di Pantai Utara Desa Larangan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (26/1/2026). Sampah berupa berbagai jenis kayu gelondongan, di antaranya sengon dan mahoni, menumpuk di sepanjang pantai utara akibat terbawa arus pascabanjir bandang dari Gunung Slamet. (ANTARA FOTO)

JOSS.CO.ID, TEGAL – Pantai Utara Desa Larangan, Kabupaten Tegal, dipenuhi tumpukan kayu gelondongan pascabanjir bandang yang terjadi di kawasan Gunung Slamet. Berbagai jenis kayu seperti sengon dan mahoni terbawa arus deras hingga terdampar di sepanjang garis pantai.

Sejumlah warga tampak mengumpulkan kayu-kayu tersebut sejak Senin (26/1/2026). Selain menjadi pemandangan tak biasa, tumpukan kayu ini juga menunjukkan kuatnya daya rusak banjir bandang yang membawa material dari kawasan hulu hingga ke wilayah pesisir.

Kawasan wisata Pantai Larangan, Munjung Agung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, menjadi salah satu lokasi yang terdampak. Batang-batang kayu terdampar di pantai pada Sabtu (24/1) malam atau sehari setelah terjadi banjir bandang di kawasan wisata Guci. Warga menduga, kayu-kayu tersebut berasal dari kawasan Gunung Slamet.

Terbawa Arus Sungai Gung hingga Muara

Kayu-kayu itu terbawa arus Sungai Gung saat banjir bandang melanda kawasan Guci pada Jumat (23/1) malam. Aliran sungai tersebut membawa material kayu hingga mencapai muara. Diketahui, Pantai Wisata Larangan berada di sebelah timur muara Sungai Gung.

Ali Sadikin (60), warga Desa Munjungagung, mengatakan kayu-kayu yang terdampar memiliki ukuran dan panjang yang bervariasi. Tidak sedikit yang ditemukan dalam bentuk gelondongan besar.

“Pantai ini dekat muara Kali (sungai) Gung, sungai ini tersambung sampai ke Guci. Sehari setelah kejadian banjir, kayu-kayu ini keluar dari muara Kali Gung,” ujar Ali Sadikin ditemui Minggu (25/1/2026) sore.

Menurut Ali, jenis kayu yang terhampar di sepanjang Pantai Larangan juga beragam, mulai dari sengon, pinus, albasia, mahoni, hingga jenis kayu lainnya. Ia menduga, kayu-kayu tersebut merupakan sisa penebangan liar di kawasan lereng Gunung Slamet yang terbawa arus saat banjir bandang.

Ikan Air Tawar Sempat Penuhi Pantai

Warga setempat lainnya, Warim, mengungkapkan bahwa sebelum kayu-kayu tersebut keluar dari muara, kawasan pantai sempat dipenuhi ikan air tawar yang terbawa banjir.

“Sabtu siang banyak ikan dari gunung yang mengambang. Jenisnya macam macam, nila, patin, ikan emas, banyak banget. Langsung diambil warga,” ungkap Warim.

Ia menjelaskan, setelah ikan-ikan tersebut habis diambil warga, barulah gelondongan kayu mulai keluar dari muara Sungai Gung. Awalnya jumlah kayu sedikit, namun lama-kelamaan terus bertambah hingga memenuhi kawasan pantai.

Warim menduga, kayu-kayu tersebut merupakan hasil penebangan hutan untuk alih fungsi lahan yang dibiarkan lama di kawasan hutan dan kemudian hanyut saat banjir bandang terjadi.

“Di sisi lain ada saudara kita yang kena musibah yang mungkin akibat penebangan alih fungsi hutan. Di sisi lain ada yang dapat berkah. Yang pasti kami turut berbela sungkawa semoga tidak kejadian lagi banjir,” pungkasnya.

BPBD Kabupaten Tegal Akan Cek Lokasi

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Tegal, Afifudin, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi Pantai Larangan. Ia menjelaskan, terdapat dua muara sungai di sekitar pantai tersebut.

“Ada dua, tapi satunya sungai kecil. Paling mungkin dari Kali Gung,” kata Afifudin.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kawasan hulu dan lingkungan sekitar. Dampak banjir bandang tidak hanya dirasakan di daratan, tetapi juga hingga ke wilayah pesisir, meninggalkan persoalan lingkungan baru bagi warga Pantai Utara Tegal.

Baca Juga:

Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Meninggal Dunia Setelah 17 Hari Pencarian

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*