
JOSS.CO.ID, BATANG – Operasi pencarian korban kecelakaan air di Kabupaten Batang terus dilanjutkan oleh tim gabungan. Memasuki hari kedua, area pencarian diperluas hingga muara sungai, Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dan bibir pantai guna menemukan korban yang diduga terjatuh ke sungai saat hujan.
Kasat Polairud Polres Batang AKP Eko Nugroho menjelaskan, korban diduga terpeleset dari kapal dan jatuh ke sungai pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Lokasi awal kejadian diketahui berada di bawah Jembatan Sigandu.
“Korban diduga pengurus kapal. Saat itu kondisi hujan, korban terpeleset dari kapal dan jatuh ke sungai. Lokasi awal kejadian berada di bawah Jembatan Sigandu,” katanya saat ditemui di Dermaga TPI Batang, Kabupaten Batang, Kamis (22/1/2026).
Menurut Eko, pada hari pertama pencarian hanya difokuskan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Hal tersebut disebabkan oleh kondisi cuaca yang kurang mendukung serta derasnya arus sungai. Tim sempat melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, namun sekitar pukul 18.00 WIB pencarian terpaksa dihentikan.
“Pada malam harinya tim dari BPBD dan Basarnas tiba untuk melakukan pemantauan arus sungai hingga ke area dermaga. Memasuki hari kedua, operasi pencarian kembali dilanjutkan sejak pukul 07.00 WIB dengan kondisi cuaca yang lebih mendukung,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi ketinggian air pada hari kedua relatif lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya, sehingga memungkinkan proses pencarian dilakukan secara lebih maksimal. Tim gabungan kemudian memperluas area penyisiran dari bawah Jembatan Sigandu hingga muara sungai, Dermaga TPI 1, dan bibir pantai.
“Bahkan, tim juga menyiapkan skenario perluasan pencarian ke arah laut apabila korban belum ditemukan,” ungkapnya.
Dalam operasi pencarian ini, sekitar 50 personel gabungan diterjunkan. Mereka berasal dari Satpolairud Polres Batang, Basarnas, BPBD, TNI AL, serta sejumlah relawan SAR yang turut membantu proses pencarian.
“Saat ini kita telah mengantongi data korban, namun belum dapat dipublikasikan,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketinggian ombak pada hari sebelumnya berkisar antara 1,05 hingga 1,25 meter. Kondisi tersebut turut memengaruhi perairan di sekitar muara Sungai Sambong dan menjadi salah satu faktor penghambat pencarian pada hari pertama.

Leave a Reply