Banjir Pati Jateng Meluas, 93 Desa Terendam dan Ribuan Warga Mengungsi

Banjir Pati Jateng Meluas, 93 Desa Terendam dan Ribuan Warga Mengungsi
Tangkapan Layar Instagram

Banjir Kabupaten Pati Jateng meluas hingga 93 desa di 19 kecamatan, ribuan warga mengungsi, dan Jalur Pantura tersendat.

JOSS.CO.ID, PATI – Banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kian meluas hingga merendam 93 desa di 19 kecamatan dengan ketinggian air mencapai 50–120 sentimeter. Ribuan rumah terendam dan 15.237 keluarga atau 48.193 jiwa terdampak, sehingga gelombang pengungsian terus bertambah.

Mengutip dari MediaIndonesia.com, Rabu (14/1), hujan lebat masih mengguyur Kabupaten Pati sejak pagi. Kondisi ini memperparah banjir yang melanda wilayah Pantura Jawa Tengah sejak Jumat (9/1), menyebabkan genangan semakin meluas dan meninggi hingga merendam ribuan rumah warga serta ratusan hektare lahan pertanian.

93 Desa di 19 Kecamatan Terendam

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, banjir telah meluas ke 93 desa di 19 kecamatan, meliputi Kecamatan Pati (14 desa), Dukuhseti (10 desa), Juwana (10 desa), Jakenan (9 desa), Gabus (7 desa), Wedarijaksa (5 desa), Margorejo (4 desa), Cluwak (4 desa), Margoyoso (3 desa), Tayu (3 desa), Tlogowungu (3 desa), Tambakromo (3 desa), Batangan (3 desa), Gunungwungkal (3 desa), Pucakwangi (3 desa), Winong (2 desa), Trangkil (2 desa), Sukolilo (2 desa), dan Gembong (1 desa).

Tingginya intensitas hujan disertai meluapnya sejumlah sungai besar seperti Sungai Silugonggo, Sungai Juwana, dan Sungai Simo, serta kondisi topografi wilayah, membuat banjir sulit surut. Akibatnya, ribuan rumah warga terendam dan jumlah pengungsi di berbagai titik terus meningkat.

“Hujan lebat masih mengguyur sehingga banjir semakin keluar dan meninggi, bersabar tim gabungan kita terus mengevakuasi warga karena rumah mereka terendam sekitar 80-120 sentimeter,” kata Kepala BPBD Pati Martinus Budi Prasetyo, Rabu (14/1).

Ribuan Rumah Terendam, Posko dan Dapur Umum Dibuka

Martinus menambahkan, banjir telah merendam ribuan unit rumah serta ratusan hektare sawah. Jumlah warga terdampak mencapai 15.237 keluarga (48.193 jiwa). Tim gabungan terus menyalurkan bantuan logistik, mendirikan posko pengungsian, serta membuka dapur umum di puluhan titik.

Hasil pendataan sementara menunjukkan di Desa Dengkek, Kecamatan Pati, ketinggian air mencapai 80 sentimeter dan merendam rumah warga, sekolah, serta perkantoran. Sementara di Kecamatan Juwana dan Jakenan, banjir setinggi 90 sentimeter merendam sedikitnya 467 rumah dan menyebabkan sebagian warga terisolasi.

Selain banjir, bencana lain juga terjadi. Di Kecamatan Margorejo, tanah amblas sepanjang 50 meter memutus akses jalan Desa Bumirejo. Sementara di Desa Lumbungmas, Kecamatan Pucakwangi, terjadi longsor sedalam 25 meter.

Tidak hanya itu, banjir juga merusak sejumlah infrastruktur vital, termasuk empat bendungan, yakni Bendung Jrakah 1, Bendung Jrakah, Bendung Gintungan, dan Bendung Gunuk. Di Kecamatan Trangkil, tanggul Kali Gholan jebol sehingga belasan hektare tambak ikan hanyut.

Jalur Pantura Pati–Rembang Macet Hingga 3 Kilometer

Banjir juga berdampak pada arus lalu lintas nasional. Jalur Pati–Rembang di pertigaan Widorokandang tersendat hingga 3 kilometer akibat genangan air, Selasa (13/1/2026). Polresta Pati pun melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan.

Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok menjelaskan perlambatan terjadi akibat luapan air sungai ke badan jalan Pantura, diperparah oleh lubang jalan yang tertutup genangan.

“Situasi arus lalu lintas di simpang Widorokandang mengalami perlambatan cukup signifikan, khususnya dari arah Rembang ke Pati. Saat ini volume kendaraan didominasi kendaraan non-golongan satu, termasuk kendaraan berat dan sumbu tiga ke atas,” jelas Riki dalam keterangan tertulis.

Satlantas Polresta Pati melakukan rekayasa lalu lintas terbatas dengan mengalihkan arus dari arah timur ke Jalur Lingkar Selatan.

“Kami melakukan rekayasa terbatas dengan mengalirkan arus dari arah timur ke Lingkar Selatan. Namun kami tetap mengimbau pengendara untuk berhati-hati karena di beberapa titik masih terdapat genangan,” terang Riki.

Jalur Alternatif Disiapkan

Selain itu, jalur alternatif disiapkan bagi pengendara dari arah Rembang menuju Pati melalui Batangan atau Simpang Tiga Sampang menuju Jakenan, namun hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan kendaraan golongan satu.

“Untuk kendaraan non-golongan satu atau kendaraan berat sumbu tiga ke atas tetap diarahkan melalui jalur Pantura, karena jalur alternatif tidak memungkinkan untuk kendaraan besar,” katanya.

Personel Satlantas disiagakan di sejumlah titik rawan guna mengatur lalu lintas, membantu pengendara, serta memantau debit air. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mempercepat penanganan genangan dan kerusakan jalan.

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin bersama pihak terkait agar dampak banjir ini segera tertangani. Prioritas kami adalah keselamatan pengguna jalan dan meminimalkan kemacetan,” tegas Riki.

Pengendara Harap Penanganan Cepat

Sejumlah pengendara mengaku terdampak langsung. Sutikno (45), pengendara motor asal Kecamatan Batangan, mengatakan motornya hampir mogok akibat lama terjebak genangan air.

“Saya sangat terbantu. Kalau tidak ada bapak-bapak polisi, mungkin motor saya sudah mogok di tengah banjir. Terima kasih atas bantuannya,” ujarnya.

Pengendara lain, Kholik, berharap pemerintah segera melakukan penanganan cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama.

“Ini memang musibah, tapi kami berharap ada penanganan yang cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama,” ungkapnya.

Sementara Supriono, pengendara mobil asal Juwana, berharap kemacetan segera terurai dan jalan rusak dapat segera diperbaiki.

“Semoga cepat teratasi dan jalannya segera dibenahi, supaya aman bagi semua pengguna jalan,” katanya.

Satlantas Polresta Pati mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi lalu lintas terkini, mematuhi arahan petugas, dan menggunakan jalur alternatif sesuai ketentuan hingga kondisi Jalur Pantura Pati–Rembang kembali normal.

Baca Juga:

Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Meninggal Dunia Setelah 17 Hari Pencarian

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*