Perusahaan Singapura Ramai Ambil Alih Perusahaan Indonesia di 2025

Ilustrasi, Singapura, 13 September 2024 Gedung Parlemen di 1 Parliament Pl merupakan pusat legislatif Singapura, dengan arsitektur khas dan berfungsi sebagai pusat kegiatan parlemen negara.
Ilustrasi (Istock)

JOSS.CO.ID – Sepanjang tahun ini, perusahaan-perusahaan asal Singapura tercatat semakin agresif mengakuisisi atau ambil alih sejumlah emiten perusahaan Indonesia. Ini terjadi karena Indonesia menawarkan pasar yang besar, sumber daya alam melimpah, serta potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Selain itu, kebijakan investasi yang mendukung, ekosistem startup yang dinamis, serta hubungan bilateral yang kuat antara Indonesia dan Singapura turut menjadi pendorong utama.

Akuisisi tersebut umumnya bertujuan memperluas jangkauan pasar, mengakses sumber daya baru, serta mengonsolidasikan industri agar lebih efisien dan kompetitif. Berdasarkan catatan CNBC Indonesia Research, terdapat lima emiten yang telah diambil alih perusahaan Singapura pada tahun ini, yang turut memicu kenaikan harga saham masing-masing perusahaan.

1. PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK)

Pada Mei 2025, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) dikabarkan diakuisisi perusahaan holding asal Singapura, Visionary Capital Global Pte. Ltd (VCG), di tengah tingginya beban utang perseroan. VCG akan mengakuisisi 69,34% modal disetor dan ditempatkan TGUK dari pemegang saham mayoritas, PT Dinasti Kreatif Indonesia.

Sebagai pengendali baru, VCG diwajibkan melakukan penawaran tender sesuai Peraturan OJK No. 9/2018. Perusahaan asal Singapura itu juga berencana menambah lini bisnis frozen food untuk memperbaiki kondisi keuangan TGUK yang merugi pada 2024.

Hingga kini, saham TGUK masih berstatus “diberhentikan sementara” di Bursa Efek Indonesia.

2. PT Master Print Tbk (PTMR)

Pada Juni 2025, Deep Source Pte. Ltd. bakal mengambil alih mayoritas saham PT Master Print Tbk (PTMR) dari PT Mitra Pack Tbk (PTMP) dan Ardi Kusuma. Perusahaan asal Singapura tersebut akan menguasai 77,71% saham PTMR.

Aksi pengambilalihan ini bertujuan mengembangkan bisnis serta memperluas jaringan usaha pengendali baru di Indonesia. Setelah proses rampung, Deep Source akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai ketentuan yang berlaku.

3. PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM)

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) mengumumkan akuisisi oleh Lim Shrimp Org Pte. Ltd. yang membeli 313 juta saham atau 25% kepemilikan perusahaan dengan harga Rp37 per saham, senilai Rp11,6 miliar.

Jumlah saham yang dibeli lebih rendah dari rencana awal 44,98%, namun Lim Shrimp tetap akan menjadi pengendali baru dan melaksanakan tender offer. Dalam keterbukaan informasi, Direktur Lim Shrimp Org, Chong Chee Hoong, menegaskan:

“Setelah penyelesaian rencana pengambilalihan, sebagai pengendali baru Perseroan, calon pengendali baru akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan ketentuan dalam POJK 9/2018,” tulisnya.

SMKM mencatat lonjakan harga saham signifikan dalam enam bulan terakhir, mencapai kenaikan 380%.

4. PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA)

Saham PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) menguat 20% ke level Rp675 per saham pada 20 November 2025, sehari setelah transaksi saham di pasar negosiasi yang menyebabkan perubahan pengendali.

PT Falcon Asia Investama melepas 1,12 miliar saham atau 29,50% kepada GX Archipelago Pte. Ltd., perusahaan investment holding asal Singapura, dengan harga Rp520 per saham. GX Archipelago kini menjadi pengendali baru dan akan memenuhi kewajiban tender offer sesuai POJK 9/2018.

5. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO)

Emiten sawit PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) resmi diakuisisi AGPA Pte. Ltd. yang membeli 1,2 miliar saham atau 62,7% kepemilikan dari Twinwood Family Holdings Limited. Harga transaksi tercatat Rp7.903 per saham, dengan total nilai mencapai Rp9,4 triliun.

AGPA Pte. Ltd. memiliki fokus bisnis yang beragam, mulai dari perdagangan, sumber daya, hingga pengembangan dan operasi infrastruktur. Perusahaan juga bergerak di sektor energi—gas alam, LNG, energi surya, angin, hingga hidrogen—serta material industri seperti baja, bahan baku baterai, gandum, minyak nabati, kapas, dan bioplastik. Mereka juga mengembangkan komponen kendaraan ramah lingkungan serta proyek infrastruktur industri.

Baca Juga:

AS Jadi Negara dengan Utang Terbesar ke China, Indonesia Peringkat ?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*