AHY dan Nikolai Patrushev Sepakati Enam Kerja Sama Maritim antara Indonesia dan Rusia

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

AHY bertemu dengan Penasihat Kepresidenan Rusia Nikolai Patrushev dan menyepakati enam kerja sama strategis di bidang infrastruktur dan konektivitas kemaritiman antara Indonesia dan Rusia.

JOSS.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan pertemuan dengan Penasihat Kepresidenan Rusia sekaligus Ketua Dewan Maritim Rusia Nikolai Patrushev. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung selama lebih dari tiga jam dan menghasilkan enam kesepakatan kerja sama strategis, terutama di bidang infrastruktur dan konektivitas kemaritiman.

Enam Butir Kesepakatan Maritim Indonesia-Rusia

Dalam acara Konsultasi Bilateral Pemerintah Indonesia dan Dewan Maritim Federasi Rusia Bidang Infrastruktur dan Konektivitas Maritim di Hotel Fairmont, Jakarta, AHY menyampaikan hasil pertemuan tersebut.

“Tadi tiga jam lebih kami berdiskusi. Akhirnya tadi kami menyimpulkan dan menyepakati sebuah memorandum of understanding, ada enam butir,” kata AHY dalam acara tersebut.

AHY menjelaskan bahwa meskipun Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, industri maritim Rusia lebih maju dalam hal teknologi dan inovasi. Padahal, Rusia dikenal sebagai negara dengan wilayah daratan terluas di dunia.

Dorong Peningkatan Kontribusi Maritim terhadap PDB Nasional

Menurut AHY, kerja sama ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kontribusi sektor maritim terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, yang ditargetkan mencapai 9,1% pada tahun 2029.

“Itu adalah salah satu kekuatan dan keunggulan Rusia yang kita tahu dari dulu hingga sekarang, sehingga tadi dipaparkan berbagai teknologi dan inovasi terkait dengan maritim, industri perkapalan yang begitu maju, termasuk untuk militer dan kepentingan sipil, termasuk untuk riset dan berbagai misi kemanusiaan,” katanya.

Enam Poin Kerja Sama Indonesia-Rusia di Bidang Maritim

Adapun enam poin kerja sama yang disepakati antara Indonesia dan Rusia meliputi:

  1. Peningkatan kapasitas dan kapabilitas angkutan laut dengan alih teknologi dan transisi energi.
  2. Kerja sama ilmiah dan teknis di bidang maritim.
  3. Pengembangan infrastruktur pelabuhan berkelanjutan.
  4. Kerja sama industri galangan kapal.
  5. Pendidikan dan pelatihan sektor maritim, termasuk pemanfaatan sumber daya kelautan.
  6. Pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia dan membuka peluang baru dalam pengembangan teknologi kelautan.

Baca Juga: Pesan Tegas Presiden Prabowo di APEC 2025: “Kolaborasi, Bukan Kompetisi!”

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*