Pastikan Negara Hadir, Utang Whoosh Ditanggung APBN?

AHY Sebut Prabowo Pastikan Negara Hadir soal Whoosh, Utang Ikut Ditanggung APBN?
Presiden RI Prabowo Subianto kembali menaiki kereta cepat Whoosh menuju Stasiun Halim, Jakarta, dari Stasiun Padalarang, Bandung Barat, Kamis (782025). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

AHY ungkap Presiden Prabowo pastikan negara hadir soal proyek kereta cepat. Utang Whoosh ditanggung APBN? Pemerintah siapkan restrukturisasi keuangan.

JOSS.CO.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan hadir dalam upaya mencari solusi atas persoalan utang proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh). Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), usai menghadiri rapat dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan pada Senin (3/11).

“Tadi Pak Presiden menyampaikan bahwa terkait dengan kereta cepat Jakarta-Bandung, tentu negara, pemerintah akan hadir dan kita melibatkan semua pihak,” ujar AHY.

Menurut AHY, pemerintah telah menggelar rapat koordinasi yang dihadiri CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi, serta pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan. Dalam rapat tersebut, seluruh pihak sepakat mencari solusi bersama atas persoalan utang proyek Whoosh.

“Semua ingin mengambil peran, mengambil bagian, mengambil bagian dari tanggung jawab untuk melakukan restrukturisasi keuangan kereta cepat Jakarta-Bandung,” kata AHY.

Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa negara akan tetap hadir dalam proses restrukturisasi keuangan melalui peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, ia menyebut rincian dukungan pemerintah masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.

Selain itu, AHY menuturkan bahwa pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan pihak Danantara dan pemerintah Cina dalam proses negosiasi terkait restrukturisasi utang proyek kereta cepat tersebut.

“Ada banyak aspek ya yang juga sedang dinegosiasikan. Kami tidak ingin mengumbar dulu karena namanya juga masih negosiasi. Karena begini teman-teman mohon dimaklumi, negosiasi juga perlu ada ruangnya,” kata dia.

AHY juga menyampaikan bahwa apabila persoalan utang proyek kereta cepat Jakarta–Bandung telah terselesaikan, pemerintah akan berencana mengembangkan proyek serupa ke wilayah lain di Indonesia.

“Dan pada akhirnya kalau itu sudah selesai, kalau itu sudah bisa kita carikan solusi yang terbaik, barulah kita secara bersamaan juga mengembangkan kereta cepat untuk jalur-jalur berikutnya,” kata dia.

Rencana pengembangan proyek kereta cepat nasional ini disebut mencakup jalur Jakarta–Surabaya hingga Banyuwangi, yang diharapkan dapat memperluas konektivitas dan memperkuat infrastruktur transportasi nasional.

Baca Juga: Bank Indonesia Borong SBN Rp 270 Triliun hingga Akhir Oktober 2025

Pastikan Negara Hadir, Utang Whoosh Ditanggung APBN?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*