
Viral video “Mobil Listrik Tak Terkendali” mobil zaman now bakal pakai kecerdasan buatan (AI) ?
JOSS.CO.ID – Dunia otomotif tengah memasuki babak baru. Mobil dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor canggih disebut-sebut akan mendominasi pasar global mulai 2025. Namun di tengah euforia ini, sebuah video viral di media sosial memicu kekhawatiran publik. Rekaman memperlihatkan mobil listrik Ford melaju tak terkendali di jalan tol California, hingga menabrak kendaraan lain.
Peristiwa tersebut menimbulkan pertanyaan besar: benarkah mobil berbasis AI bisa “error” dan membahayakan penggunanya?
Fakta di Balik Video Viral Mobil Listrik “Tak Terkendali”
Video berdurasi sekitar satu menit itu pertama kali diunggah oleh akun @HustleBitch_ di platform X (dulu Twitter). Dalam unggahannya, ia menulis, “Electric Ford malfunction – steering locked, gas floored on freeway.”
Rekaman itu memperlihatkan mobil menabrak pembatas jalan dan terus melaju, sementara pengemudi terlihat panik dan berdoa di balik kemudi.
Video tersebut langsung viral dan ditonton jutaan kali dalam hitungan jam. Banyak warganet menduga mobil itu sedang berada dalam mode otonom, dan sistem AI-nya mengalami gangguan.
Namun setelah dilakukan penelusuran oleh media pemeriksa fakta Lead Stories dan dikonfirmasi oleh California Highway Patrol (CHP), klaim tersebut tidak benar. Polisi menyatakan bahwa mobil tidak beroperasi dalam mode otomatis.
“Melalui investigasi kami, mobil itu dikendarai secara manual. Pengemudi kami tangkap karena mengemudi di bawah pengaruh alkohol,” ujar perwakilan CHP dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Reuters.
Dengan demikian, insiden tersebut bukanlah akibat kegagalan sistem AI, melainkan kelalaian manusia.
Mobil Baru Akan Ditenagai AI pada 2025
Meski video itu menimbulkan kepanikan sementara, tren teknologi otomotif dunia justru semakin mengarah ke otomatisasi berbasis AI. Menurut data riset McKinsey & Company, sekitar 90 persen mobil baru di dunia pada tahun 2025 akan memiliki fitur AI, mulai dari sistem keselamatan aktif hingga navigasi cerdas.
Teknologi Advanced Driver-Assistance Systems (ADAS), yang menjadi dasar kendaraan otonom, diprediksi memiliki nilai pasar lebih dari USD 95 miliar pada tahun 2030.
Sistem ini mencakup fitur-fitur seperti pengereman otomatis, deteksi pejalan kaki, lane keeping assist, dan adaptive cruise control.
Di Indonesia, pemerintah mulai menyiapkan regulasi dan infrastruktur pendukung untuk memasuki era mobil pintar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, ekosistem semikonduktor nasional menjadi tulang punggung dalam pengembangan industri otomotif masa depan.
“Ekosistem semikonduktor untuk otomotif terus dikembangkan. Indonesia sudah memiliki beberapa produsen, termasuk Infineon di Batam,” ujar Airlangga Hartarto.
Semikonduktor dalam Mobil AI
Teknologi semikonduktor berperan penting dalam pengoperasian AI di kendaraan modern. Chip semikonduktor memungkinkan mobil memproses data sensor, kamera, dan radar secara real-time untuk mendeteksi potensi bahaya di jalan.
Indonesia sendiri mulai memperkuat rantai pasokan komponen ini. PT Infineon Technologies Batam menjadi salah satu pemasok global untuk chip otomotif, sementara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mengupayakan transfer teknologi agar produksi chip dapat diperluas secara lokal.
Menurut Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin, Eko Cahyono, pengembangan chip otomotif bukan hal mudah karena memerlukan investasi besar dan teknologi tinggi.
“Proses litografi, bahan wafer, dan keahlian desain menjadi tantangan utama. Tapi pemerintah berkomitmen mendukung investasi di sektor ini,” ujarnya.
Indonesia Siapkan Regulasi Mobil AI dan EV
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang menyiapkan regulasi kendaraan listrik dan AI agar aman digunakan di jalan raya.
Regulasi itu akan mencakup aspek keselamatan, tanggung jawab pengemudi, serta standar perangkat lunak kendaraan otonom.
Selain itu, pembangunan infrastruktur EV (Electric Vehicle) seperti stasiun pengisian daya dan sistem manajemen baterai juga terus digenjot.
Data Kementerian ESDM menunjukkan, hingga pertengahan 2025 telah terpasang lebih dari 1.400 unit SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di seluruh Indonesia.
Kepala Badan Kebijakan Transportasi, Ahmad Yani, menyebut bahwa kesiapan infrastruktur menjadi faktor kunci agar masyarakat percaya pada teknologi mobil cerdas.
“Kita tidak ingin masyarakat ragu menggunakan mobil listrik dan AI hanya karena satu video viral. Regulasi dan keamanan tetap prioritas utama,” katanya.
Pelajaran dari Kasus Viral Ford Listrik
Kejadian di California menjadi pengingat bahwa transisi menuju mobil otonom bukan tanpa risiko.
Berikut beberapa pelajaran penting yang bisa diambil adalah fakta harus diverifikasi sebelum viral. Tidak semua video mencerminkan kejadian sebenarnya.
AI tidak menggantikan tanggung jawab manusia. Pengemudi tetap wajib waspada dan mematuhi aturan lalu lintas.
Regulasi AI di transportasi harus diperkuat. Standar keamanan, uji perangkat lunak, dan audit sistem menjadi wajib.
Industri semikonduktor harus lokal. Ketergantungan impor chip bisa menghambat kemajuan teknologi nasional.
Indonesia Menuju Era Mobil Cerdas
Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan permintaan kendaraan listrik yang terus tumbuh, Indonesia dipandang sebagai pasar potensial kendaraan AI di Asia Tenggara.
Beberapa merek global seperti Hyundai, Wuling, dan Toyota sudah memperkenalkan model dengan fitur ADAS di pasar domestik.
Menurut Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik di Indonesia naik hampir 300 persen selama dua tahun terakhir.
Kehadiran AI di mobil masa depan diyakini akan memperkuat tren ini sekaligus membuka peluang kerja baru di bidang software, data analysis, dan chip design.
Meski video mobil listrik Ford yang viral menimbulkan kepanikan, fakta menunjukkan insiden itu bukan akibat “AI error”, melainkan kelalaian pengemudi.
Sementara itu, Indonesia bersiap memasuki era mobil cerdas dengan membangun ekosistem semikonduktor, memperkuat regulasi keselamatan, dan memperluas infrastruktur kendaraan listrik.
Era mobil “zaman now” berbasis AI tak terhindarkan — tinggal bagaimana masyarakat, industri, dan pemerintah mampu beradaptasi dengan aman dan cerdas.

Leave a Reply