
Pasukan Khusus Ukraina Serang Kapal Rudal Rusia Buyan-M “Grad” di Danau Onega
JOSS.CO.ID, KARELIA, RUSIA — Pasukan Khusus Ukraina (Special Operations Forces/SOF) dikabarkan melakukan operasi lintas batas pada Sabtu dini hari, 4 Oktober 2025, yang menargetkan kapal rudal kecil Rusia Project 21631 Buyan-M “Grad”. Insiden ini terjadi sekitar pukul 04.31 waktu setempat di perairan Danau Onega, wilayah Republik Karelia, Rusia.
Menurut laporan awal yang dirilis oleh Komando Operasi Khusus Ukraina, serangan tersebut mengenai bagian kanan kompartemen mesin kapal dan menyebabkan kerusakan berat pada sistem penggerak utama. Akibatnya, kemampuan manuver dan daya tempur kapal dilaporkan mengalami penurunan signifikan.
“Operasi dilakukan secara terukur dan berhasil mencapai sasaran,” ungkap pernyataan singkat SOF Ukraina yang dikutip dari Euromaidan Press, Sabtu (4/10/2025).
Informasi sementara menyebutkan kapal Grad (nomor lambung 575) tengah melakukan pelayaran dari Laut Baltik menuju Laut Kaspia. Kapal itu diduga akan bergabung dengan kelompok armada Rusia di kawasan selatan, memperkuat formasi laut yang selama beberapa bulan terakhir terlibat dalam operasi terhadap Ukraina.
Sumber dari situs pertahanan Defence-UA melaporkan bahwa kapal berada di jalur perairan internal Rusia saat serangan terjadi. Tidak ada laporan korban jiwa maupun rincian tentang metode serangan yang digunakan.
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Pertahanan Rusia belum memberikan komentar resmi terkait kejadian tersebut. Media pemerintah Rusia juga belum menyiarkan pernyataan klarifikasi mengenai kondisi terkini kapal tersebut.
Kapal Grad merupakan bagian dari kelas Buyan-M (Project 21631), yaitu seri kapal rudal kecil buatan Rusia yang dilengkapi dengan sistem peluncur rudal Kalibr-NK. Kapal tipe ini dikenal memiliki kemampuan menyerang target di laut maupun darat dengan jangkauan lebih dari 1.500 kilometer.
Grad sendiri baru resmi masuk ke dalam armada Laut Baltik Rusia pada 29 Desember 2022. Sebagai kapal generasi terbaru, Buyan-M menggunakan desain modular dan sistem navigasi digital yang disebut sangat efisien untuk perairan dangkal.
Menurut laporan militer Ukraina, beberapa kapal jenis Buyan-M sebelumnya juga mengalami kerusakan akibat serangan udara dan drone maritim di Laut Hitam sejak tahun 2023.
Analis militer menilai serangan di Danau Onega menunjukkan kemampuan Ukraina melakukan operasi jarak jauh jauh di dalam wilayah Rusia. Lokasi Danau Onega sendiri berjarak hampir 1.000 kilometer dari perbatasan Ukraina, sehingga memunculkan pertanyaan tentang cara pasukan Ukraina menembus pertahanan udara Rusia.
Pengamat keamanan regional, Mykhailo Zhyrokov, mengatakan kepada Kyiv Independent bahwa operasi tersebut bisa berdampak strategis bagi pergerakan armada Rusia.
“Ini bukan hanya soal kerusakan satu kapal, tetapi tentang pesan bahwa tidak ada wilayah Rusia yang benar-benar aman,” ujarnya.
Di sisi lain, pakar keamanan dari Moskow menilai laporan Ukraina masih perlu diverifikasi. “Belum ada bukti visual atau konfirmasi resmi dari pihak Rusia. Bisa jadi ini bagian dari perang informasi,” kata Andrei Fedorov, analis pertahanan independen.
Hingga Minggu pagi (5/10), beberapa saluran Telegram pro-Rusia melaporkan aktivitas militer dan pergerakan kapal penyelamat di sekitar Danau Onega. Namun, tidak ada foto atau video yang dapat diverifikasi secara independen.
Situs United24 Media menyebutkan, citra satelit awal menunjukkan adanya aktivitas kebakaran di area perairan utara dan kemungkinan kapal ditarik menuju pelabuhan Petrozavodsk, kota utama di tepi Danau Onega.
Jika dikonfirmasi, insiden ini bisa menjadi serangan terdalam Ukraina ke wilayah Rusia sejak invasi penuh dimulai pada Februari 2022.
Kapal Buyan-M merupakan tulang punggung armada rudal kecil Rusia. Hingga tahun 2025, Rusia memiliki sembilan unit kapal Buyan-M aktif, dengan sebagian besar ditempatkan di Laut Hitam dan Laut Kaspia.
Kapal-kapal ini pernah digunakan untuk meluncurkan rudal Kalibr ke target di Ukraina, Suriah, dan kawasan Laut Hitam. Karena kemampuannya membawa senjata presisi tinggi dalam platform kecil, Buyan-M menjadi salah satu aset strategis yang sangat dilindungi.
Dengan rusaknya Grad, jumlah kapal Buyan-M yang operasional diperkirakan berkurang, meskipun belum ada data resmi yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia.
Serangan di Danau Onega memperlihatkan eskalasi baru dalam konflik Rusia-Ukraina. Setelah serangkaian serangan drone di Moskow dan pangkalan militer di Belgorod, Ukraina kini menargetkan kapal di perairan dalam negeri Rusia.
Menurut pengamat pertahanan dari Royal United Services Institute (RUSI), serangan ini menunjukkan bahwa Ukraina berupaya memperluas tekanan terhadap Rusia tidak hanya di garis depan, tetapi juga di infrastruktur militernya di dalam negeri.
“Ini adalah pesan strategis bahwa Ukraina memiliki kemampuan memukul balik jauh di luar garis tempur konvensional,” ujar laporan RUSI.

Leave a Reply