
JOSS.CO.ID, Hangzhou – Tiongkok kembali menunjukkan dominasinya di bidang teknologi sains, Pada Senin (29/9), Negeri Tirai Bambu meluncurkan sentrifus terbesar di dunia dengan kapasitas hipergravitasi luar biasa. Mesin raksasa yang diberi kode CHIEF1300 ini mampu menghasilkan gaya gravitasi hingga 300 kali lipat dari gravitasi Bumi (300G) untuk beban maksimal 20 ton.
Mesin canggih ini menjadi salah satu komponen inti dalam pembangunan Centrifugal Hypergravity and Interdisciplinary Experiment Facility (CHIEF), sebuah pusat riset mutakhir yang berlokasi di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur.
CHIEF1300 dikembangkan oleh Universitas Zhejiang sebagai fasilitas riset frontier. Sentrifus di Tiongkok ini dilengkapi tiga unit mesin utama dan 18 perangkat eksperimen in-flight yang mendukung enam kabin penelitian. Tak hanya itu, dua sentrifus dengan kapasitas lebih besar masih dalam tahap konstruksi.
Menurut penjelasan resmi, CHIEF dirancang untuk berbagai eksperimen ilmiah yang meliputi eksplorasi sumber daya laut dalam dan perut bumi, mitigasi serta pencegahan bencana alam, termasuk gempa bumi dan tsunami. pengelolaan limbah bawah tanah secara lebih aman dan intesis material baru dengan kekuatan dan ketahanan lebih tinggi.
Dalam kondisi normal, manusia hanya merasakan gaya gravitasi 1G. Bandingkan dengan pengalaman roller coaster yang biasanya memberi efek 2G, atau astronaut yang saat peluncuran roket bisa mengalami hingga 5G.
Namun, CHIEF1300 jauh melampaui itu semua. Mesin ini mampu menahan akselerasi hingga 1.500G, angka yang tak mungkin dicapai dalam kondisi alami di Bumi.
Chen Yunmin, Kepala Ilmuwan CHIEF dari Universitas Zhejiang, menjelaskan:
“Dalam medan hipergravitasi, peneliti dapat menyimulasikan bencana hidrogeologi, evolusi geologi, hingga kondisi ekstrem dunia nyata dalam skala laboratorium dengan waktu lebih singkat.”
CHIEF digambarkan oleh ilmuwannya seperti “kompresor ruang-waktu”. Contohnya, dalam kondisi 100G, sebuah model berskala 1 meter bisa merepresentasikan fenomena nyata pada skala 100 meter.
Artinya, peristiwa yang seharusnya terjadi selama 100 tahun bisa disimulasikan hanya dalam waktu 3,65 hari di laboratorium. Hal ini memberi peluang besar bagi riset cepat tanpa harus menunggu waktu alami yang lama.
CHIEF1300 dibangun di ruang bawah tanah melingkar seluas 230 meter persegi. Di dalamnya, terdapat lengan baja raksasa dengan jari-jari 6,4 meter yang berputar sangat cepat untuk menghasilkan gaya sentrifugal.
Menurut Ling Daosheng, Kepala Teknisi proyek ini, mesin tersebut dilengkapi sistem vakum dan pendingin dinding untuk meminimalkan hambatan udara serta mencegah panas berlebih saat operasi berkecepatan tinggi.
Meski baru diluncurkan, CHIEF1300 telah digunakan dalam sejumlah simulasi. Beberapa uji coba penting yang sudah dilakukan antara lain simulasi gempa bumi kuat untuk menguji fondasi bendungan pembangkit listrik tenaga air, eksperimen tsunami dengan gelombang setinggi 20 meter guna mengkaji dampaknya pada dasar laut dan lokasi ladang angin lepas pantai, reproduksi tekanan laut dalam setara kedalaman 2.000 meter untuk mengevaluasi keamanan ekstraksi gas hidrat metana dan sintesis paduan logam baru yang lebih tahan cacat, kuat, dan ulet.
Hasil awal ini menunjukkan potensi besar CHIEF1300 untuk mendukung energi terbarukan, infrastruktur, dan teknologi material masa depan.
Chen Yunmin menegaskan bahwa fasilitas ini tidak hanya untuk riset domestik. Universitas Zhejiang membuka peluang kolaborasi dengan lembaga penelitian dari berbagai negara.
“Kami berharap CHIEF menjadi pusat riset terbuka dan mendorong penemuan baru melalui kerja sama global,” katanya.
Langkah ini sejalan dengan ambisi Tiongkok untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin sains dan teknologi dunia.
Peluncuran CHIEF1300 diyakini akan memberikan dampak besar, baik di bidang akademik maupun industri. Beberapa manfaat strategis antara lain mempercepat penelitian geoteknologi untuk keamanan bendungan, terowongan, dan jembatan. Mengurangi risiko bencana alam dengan simulasi gempa dan tsunami yang lebih akurat. Meningkatkan efisiensi energi melalui riset eksplorasi gas metana laut dalam dan Mendorong inovasi material yang bisa digunakan di sektor dirgantara, militer, hingga konstruksi sipil.
Langkah ini bukan pertama kali Tiongkok mengejutkan dunia dengan teknologi raksasa. Negara tersebut sebelumnya sukses membangun teleskop FAST (Five-hundred-meter Aperture Spherical Telescope), radar bawah tanah, hingga eksperimen fusi nuklir.
Bagi Tiongkok, fasilitas seperti CHIEF1300 adalah bagian dari strategi besar untuk mencapai kemandirian teknologi dan dominasi global di era sains frontier.
Informasi resmi mengenai proyek ini dapat diakses melalui Xinhua News Agency sebagai kantor berita pemerintah Tiongkok.
Peluncuran sentrifus terbesar di dunia CHIEF1300 menandai era baru riset hipergravitasi di Tiongkok. Dengan kemampuan 300 kali lipat gravitasi Bumi, mesin ini bisa membuka pintu menuju berbagai terobosan ilmiah dan industri.
Apakah fasilitas ini akan mengubah wajah penelitian global? Waktu yang akan menjawab.

Leave a Reply