
Video wali murid sekolah elite Serang tolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral, singgung Pajero dan golongan tak mampu.
JOSS.CO.ID – Sejumlah wali murid Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Izzah, Kota Serang, Banten, menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah. Pernyataan itu disampaikan dalam audiensi bersama Wali Kota Serang, Budi Rustandi, dan sejumlah pihak terkait.
Video pernyataan salah satu wali murid dalam forum tersebut beredar luas di media sosial sejak Rabu (1/10/2025) dan menuai perhatian publik.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini mulai dilaksanakan sejak 6 Januari 2025 dengan tujuan meningkatkan gizi peserta didik, anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Meski demikian, implementasi MBG sempat menuai kritik karena adanya kasus keracunan makanan di sejumlah daerah.
Dalam forum bersama wali kota, salah seorang wali murid SDIT Al Izzah menyampaikan keberatan. Ia menilai program MBG di sekolah elit tidak tepat sasaran.
Menurutnya, angket persetujuan dari pihak yayasan baru disebarkan setelah menu MBG dibagikan kepada siswa. Ia juga menyinggung kondisi ekonomi mayoritas wali murid yang dinilai mampu.
“Kalau kumpul wali murid rata-rata menggunakan kendaraan pribadi seperti Pajero dan Fortuner. Sebagian besar memiliki sopir,” ujarnya dalam pertemuan yang terekam video.
Wali murid tersebut menambahkan, anaknya sempat bertanya mengapa ikut menerima MBG padahal program itu dianggap untuk anak dari keluarga tidak mampu.
Sekretaris Yayasan SDIT Al Izzah, Wawan Mulyana, membenarkan adanya penolakan dari sebagian wali murid. Namun, menurutnya, mayoritas tetap mendukung.
“Sekitar 25 persen wali murid menolak, sementara 75 persen lainnya setuju dengan program ini,” kata Wawan, dikutip dari TribunBanten.com.
Ia menegaskan, dapur MBG yang menyuplai makanan sudah sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN) dan telah diverifikasi.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyatakan bahwa audiensi digelar dengan melibatkan Polres Serang, Kodim, dan BGN agar pembahasan lebih menyeluruh.
“Kami hadirkan semua pihak agar tidak terjadi salah paham,” ujar Budi.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Serang tetap mendukung program pemerintah pusat, namun tetap mencatat masukan dari wali murid.
“Saya tegaskan mendukung MBG sebagai program presiden, tetapi juga memahami aspirasi warga,” katanya.
Video penolakan wali murid SDIT Al Izzah menimbulkan pro dan kontra di media sosial. Sebagian pengguna menilai MBG seharusnya difokuskan pada anak dari keluarga kurang mampu. Sebagian lain menilai semua anak berhak mendapatkan makanan bergizi gratis tanpa melihat latar belakang ekonomi.
Kasus penolakan MBG di SDIT Al Izzah Serang menunjukkan adanya perbedaan pandangan mengenai ketepatan sasaran program pemerintah. Sementara wali murid menyoroti aspek kebutuhan ekonomi, pihak yayasan dan pemerintah menekankan bahwa MBG merupakan hak seluruh anak Indonesia.
Baca Juga: Guru Penanggung Jawab Program MBG Dapat Insentif Rp100 Ribu, Cair Setiap 10 Hari

Leave a Reply